PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
Home » , , , , , , , » Cerita Birahi Seks Gadis Mahasiswi Kedokteran

Cerita Birahi Seks Gadis Mahasiswi Kedokteran

Written By Angela Chan on Kamis, 03 Agustus 2017 | 15.04.00

Cerita Birahi Seks Gadis Mahasiswi Kedokteran



CeritaDewasaKami - Seorang gadis bernama Lusi adalah salah satu mahasiswi fakultas kedokteran yang menginjak semester 4 di salah satu universitas terkenal di Jogja. Sebagai mahasisiwi fak. Kedokteran tentu saja Lusi sangat merawat tubuhnya dan menjaga kebersihannya. Lusi adalah mahasiswi rantauan yang datang ke Jogja untuk menuntut ilmu kedokteran. Bukan ilmu yang didapatkan, namun menginjak semester 4, Lusi mendapatkan pengalaman yang sangat suram.

Rutinitas Lusi setiap hari adalah pergi ke kampus, pulang belajar dan tidur di kost. Lusi merupakan mahasiswi yang bisa di bilang sangat rajin dan tekun. Saat di kost, Lusi jarang sekali keluar untuk main. Bahkan saat diajak teman temannya untuk nongkrong atau makan malam pun, Lusi memeilih untuk nitip makanan untuk di bungkus dan di makan di kost.

Namanya Om Bagas, dia adalah bapak kost dimana Lusi tinggal. Om Bagas merawat kost kostan nya bersama anak laki lakinya yang bernama Rio. Setiap hari Om Bagas selalu membuka gerbang, membersihkan halaman dan merapikan sepeda motor yang parkir kurang teratur. Sedangkan Rio setiap seminggu sekali mengecek para penghuni apakah sudah membayar kost atau ada yang memasukan tamu tak di kenal ke dalam kost.

Namun saat mereka datang ke kost, Lusi merasa terusik dengan pandangan Om Bagas dan Rio anaknya. Karena setiap melintas di depan kamar Lusi, Om Bagas dan Rio selalu memperhatikan lekuk tubuh Lusi. Karena saat di dalam kamar, Lusi sering memakai celana pendek ketat dan singlet yang menampakan belahan payudaranya yang berukuran 36 B. Selain cantik, Lusi juga sangat seksi, bokong dan payudaranya yang menyembul, membuat kaum pria langsung ingin menikmati tubuhnya.Cerita Dewasa

Walau terusik dengan pandangan Om Bagas dan Rio setiap melintas di depan kamarnya, namun Lusi positif tingking dan menganggap biasa saja namanya juga cowok. Dan Lusi pun tetap menyapanya seperti biasa. Namun yang mengherankan, pada saat Lusi menyapa keduanya, mereka sama sekali tak membalasnya malah semakin menatap dengan penuh nafsu ke arah payudara Lusi. Lama kelamaan rasa risih pun menyelimuti pikiran Lusi.

Pada suatu ketika, Lusi bangun pagi dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi pagi dan persiapan ke kampus untuk kuliah. Lusipun masuk ke kamar mandi yang biasanya di pakai oleh para mahasiswi kost untuk mandi. Om Bagas hanya menyediakan kost putri. Saat hendak membuka keran air untuk mengisi bak mandi, ternyata airnya tidak mengalir. Lusi pun segera keluar dan menemui Om Bagas yang sedang menyapu halaman Kost.

Dengan menggunakan daster ketat dan handuk Lusi berjalan menemui Om Bagas. Saat Lusi menanyakan keran air tidak mengalir, sontak mata Om Bagas langsung tak berkedip melihat tubuh Lusi yang putih mulus dan putting payudaranya yang menyembul di balik daster tipis. Berulang kali Om Bagas terlihat menelan ludah serasa tak sabar ingin menikmati tubuh mulus dan seksi milik Lusi. Apalagi terlihat kancing pada daster Lusi terbuka, dengan jelas Om Bagas dapat melihat dengan mulusnya payudara Lusi yang sangat montok.


Kemudian om Bagas menawarkan Lusi untuk mandi di kamar mandi rumahnya yang berada di depan kost kostan nya. Karena waktu keburu siang dan masuk kuliah, segeralah Lusi berjalan menuju kamar mandi rumah Om Bagas yang tak jauh dari kostnya. Sampai di dalam kamar mandi, Lusi langsung melepas seluruh pakaiannya dan segera mandi. Tiba tiba Om Bagas menuju pintu kamar mandi dan mengintip Lusi dari celah fentilasi pintu kamar mandi.

Sungguh pemandangan luar biasa, Om Bagas berhasil melihat dengan jelas tubuh putih mulus Lusi dengan payudara yang montok serta putting payudaranya yang berwarna cokelat yang baru tumbuh. Ditambah jembut pada memek Lusi yang rapi dan bersih. Lusi terus membasuh nya dengan sabun mandi sambil meremas remas payudaranya. Tak jjarang, Lusi juga mengangkat kakinya dan membersihkan selangkangannya sambil di gosok gosok.Cerita Ngentot

Hal ini membuat Om Bagas tak kuat menahan nafsu birahinya. Om Bagas seperti kehilangan kendali untuk mengendalikan birahinya. Rasanya ingin menikmati tubuh mulus Lusi. Apalagi pada saat itu Om Bagas sedang berada di rumah sendiri. Lusi pun sudah selesei mandi dan hanya mengenakan handuk. Ketika hendak keluar dari kamar mandi, Om Bagas dengan kasarnya mendorong Lusi ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.

Dengan bringasnya Om Bagas menciumi tubuh Lusi dan meremas remas payudaranya. Lusi sontak melakukan perlawanan dan terus mendesah pada om Bagas untuk melepaskannya, namun Lusi sudah tak sanggup berbuat apa apa lagi karena tenaga om Bagas terlalu kuat. Kedua tangan Anitta dicengkeram dengan kuat. Lusi malu apabila harus berteriak. Takut kalau semua orang dengar dan pasti dia juga yang akan malu.

Sekuat tenaga Lusi lakukan untuk menolak nafsu om Bagas. Tapi apa boleh buat Lusi hanya seorang wLusi lemah yang tak sanggup apa appalgi. Melihat Lusi semakin lemas, kemudian perlahan Om Bagas menciumi putting payudara Lusi dan meremas remasnya menggunakan kepala om Bagas. Memeknya pun di elus elus dengan tangan om Bagas. Lusi pun lama kelamaan menikmati irama nafsu om Bagas.Cerita Sex

Tangannya yang tadi mendorong tubuh om Bagas, kini berganti memeluk dan memegang kepala om Bagas. Payudara Lusi dicepok dengan sangat keras sehingga bercap merah dari mulut om Bagas, putting payudaranya di emut dan ditarik hingga Lusi merasakan ksakitan namun nikmat. Kemudian karena tak sabar dan keburu anaknya tau, om Bagas langsung melepas celananya dan mengarahkan kontolnya yang sudah tegang tak terkendali ke arah lobang memek Lusi.

Lusipun hanya menahan perih saat ujung kontol om Bagas menembus bibir memek Lusi yang masih perawan. Om Bagas pun merasakan sulit sekali menembus selaput darah Lusi. Kemudian om Bagas mencabut kontolnya dan meludahi lobang memek Lusi dan kembali diarahkannya kontolnya ke lobang memek Lusi. Sambil mendorong masuk, om Bagas terus menciumi bibir manis Lusi dan Lusi terus menggelengkan kepala. Dengan sekuat tenaga dengan dorongan kuat akhirnya.


Kontol Om Bagas berhasil tenggelam ke dalam memek Lusi dan sontak Lusi pun meneteskan air mata dan menangis sedih campur sakit. Karena kesuciannya selama ini telah direnggut oleh bapak kostnya sendiri dengan cara biadab. Om Bagas sangat bersemangat dan terus menyodokan kontolnya keluar masuk kedalam memek Lusi yang terus meneteskan darah perawannya.

Om Bagas malah semakin semangat mendengar jeritan halus tangis dari Lusi. Kemudian om Bagas membalikan badan Lusi untuk menghadap ketembok. Om Bagas memaksa Lusi untuk nungging dan kemudian om Bagas memasukan kontolnya dari belakang. Sungguh terasa sangat nikmat sekali merasakan gaya doggie style dengan Lusi. Kedua payudara Lusi terus diremas remas sambil menciumi punggung Lusi. Lusi hanya pasrah sambil bersimpuh di dinding menahan kelakuan bejat om Bagas. Akhirnya dengan genjotan yang sangat cepat kemudian om Bagas mencabut kontolnya dan mengocoknya di bokong Lusi.Cerita Birahi

Keluarlah seluruh sperma om Bagas dengan sangat kentalsekali membasahi pantat semok Lusi. Tak kuasa menahan kekecewaan dan kesedihan serta rasa sakit yang luar biasa. Lusi segera memakai handuk dan lari kekamarnya agar tak ada orang yang tau kejadian yang menimpa dirinya. Om Bagas sangat merasakan kepuasaan yang luar biasa. Setelah itu Lusi memutuskan untuk pindah kost dan tidak mau menatap muka om Bagas lagi karena trauma yang sangat mendalam bagi hidup Lusi.

Dan kini Lusi sudah menjadi dokter spesialis anak di daerah Surabaya. Kenangan silam menjadikan dirinya takut bahkan hingga usia 30 tahun Lusi masih memilih sendiri dan menekuni pekerjaannya sebagai dokter spesialis.

Sekian cerita dariku, semoga pembaca sekalian menikmatinya. Terus ikuti kami dan kami akan selalu menyajikan sebuah kisah sex yang selalu terbaru dan selalu terupdate.

Ceritadewasakami.com - Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Birahi, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Bokep Indo

0 comments:

Posting Komentar