PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
KeranjangBokep
Layar Seks
Home » , , , , , » Cerita Mesum Dengan Mahasiswi Binal

Cerita Mesum Dengan Mahasiswi Binal

Written By Angela Chan on Minggu, 23 Juli 2017 | 12.11.00

Cerita Mesum Dengan Mahasiswi Binal



CeritaDewasaKami - Hari itu saat aku pulang dari rumah temanku, aku melintasi universitasku. Sebelumnya aku gak punya pikiran untuk kekampus, namun saat melewatinya, sekejap pikiranku untuk kekampus langsung timbul dan saat aku sampai didepan kampus, aku pun berbelok.

Karena waktu sudah agak petang, dikampus kulihat hanya ada beberapa mobil saja, dna tanpa mempedulikan orang, aku langsung saja masuk ke universitasku. Didalam kampus sangat sepi sekali, banyak tempat-tempat yang hanya dikasih sedikit penerangan yang membuat seperti remang-remang. Aku sempet takut karena aku tak melihat seorang pun mahasiswa, namun karena sudah terlanjur masuk, aku terus saja berjalan menuju kelasku.

Setelah sampai dikelasku dan aku sudah melihat hasil ujianku, aku pun lekas menuju lantai 6 yang dimana disana tertempel jadwal ujian semester pendek yang ingin aku ikuti. Tak berapa lama kemudian, aku pun sudah sampai dilantai 6. Kurasakan sangat hening suasana dilantai 6 itu.

Saat aku sedang melihat jadwal semester pendek, tiba-tiba aku mendengar suara seseorang berjalan menuju kearahku. Aku sangat takut sekali sampai aku tak berani nengok kebelakang dan pikiranku pun sampai kemana-mana. Sebelum akhirnya, seseorang berdiri disampingku, dan saat kutoleh, dia adalah seorang mahasiswi cantik yang dulu pernah satu kelas denganku.

Aku kenal dengannya dan dia pun juga mengenalku, namun kita hanya sebatas mengenal tidak akrab. Panggil saja dia Rissa, orangnya cantik, tinggi langsing, pahanya jenjang dan sangat mulus, payudaranya membusung sangat indah, kutafsir berukuran 36B, ditambah dengan rambutnya yang panjang sedikit kemerahan yang dikucir kebelakang dan wajahnya yang putih mulus. Rissa dikampus juga terkenal salah satu bunga idola kampus. Dan aku pun mulai berbasa-basi,

“Haaaaiii, mau ikut semester pendek juga ya?” tanyaku

“Iyha, kamu juga yha?” jawabnya dengan senyum manisnya

kemudian kuteruskan mencatat jadwal semester pendek’ku, sementara Rissa sedang mencari-cari jadwalnya.

“Maaf, boleh pinjam pulpen dan kertasnya?? Aku mau catat jadwal juga niiih,” tanya Rissa

“Ooo..boleh, aku juga udah selesai kok” jawabku sambil memberikan selembar kertas dan juga pulpenku.

“Eeehhh, ngomong-ngomong kamu kok baru datang malam-malam gini, nggak takut kampusnya sudah gelap gini?” tanyaku

“Tadi pas lewat jadi ya sekalian mampir kesini, lha kamu sendiri kok juga datang jam segini?” tanyanya

“Sama, aku tadi juga abis pulang dari teman kebetulan lewat sini, jadi ya sekalian mampir aja”jawabku

Aku dan Rissa pun mulai berbincang dan perbincangan kita semakin meluas yang menjadikan kmai semakin akrab. Sampai dengan aku akrab dengan Rissa, belum ada juga seorang pun yang terlihat ditempat kita hingga otakku pun mulai berpikir kotor.Cerita Dewasa

Terlebih lagi disini hanya ada sepasang pria dan wanita ( aku dan Rissa) digedung yang remang-remang kayak gini. Kurasakan senjataku mulai menggeliat dan semakin mengeras. Kupandangi wajah cantik Rissa, dan wajah kita saling menatap dan tanpa kusadari wajahku semakin mendekat kearah wajah Rissa.

Saat wajah kita semakin dekat tiba-tiba wajah Rissa maju dan menyambutku sehingga bibir kita sekarang saling berciuman. Tangankupun kuklingkarkan dipinggangnya yang langsing itu. Sekarang mulut Rissa mulai membuka dan lidah kami saling berpagutan. Rissa kurasakan pintar juga dalam berciuman, dan kelihatannya ini bukan pertama kalinya dia melakukannya.

Parfum sangat harum sekali dan deruh nafas Rissa yang sudah tidak beraturan membuat gairahku semakin meningkat untuk berbuat lebih jauh lagi. Sekarang tanganku mulai turun dan meremas pantatnya yang kenyal, montok dan berisi itu, Rissa juga membalasnya dengan melepas kancing kemejaku satu persatu. Tiba-tiba aku sedang menikmati permainan tersebut, Rissa berhenti dan berkata,

“Cari tempat yang aman yaaa, jangan disini, nanti malah ada yang ngeliat” uycapnya

Kemudian kuajak Rissa kelantai 4, kami berjalan melewati tempat yang remang-remang itu menuju kesebuah ruangan kosong bekas tempat praktek. Kubuka pintunya dan kuhidupkanlampunya, ruangan tersebut sama sekali gak ada apa-apa, hanya sebuah meja dan kursi kayu jati yang sandarannya sudah bengkok dan sebuah matras bekas yang seadanya.

Setelah pintunya aku kunci, lamngsung saja kudekap tubuh Rissa yang lagi bersandar dimeja. Sambil berciuman tangan kami saling membuka pakaian Kita masing-masing. Sesudah kulepas tank top dan BH-nya, kulihat tubuh Rissa sangat putih mulus sekali dengan toket yang sangat kencang dan putting susunya yang berwarna kemerahan. Saat itu aku dan Rissa sudah telanjang dada dan tinggal memakai celana panjang saja. Kuarahkan mulutku keToket sebelah kanannya, sementara tanganku melepas kancing celananya lalu tanganku mulai menyusup kedalam celana Rissa.

Saat tanganku sudah berhgasil memegang m3mek Rissa, kurasakan vagina Rissa ditumbuhi jembut halus dan kurasakan juga sudah sangat becek karena rangsanganku sedari tadi. Putting susunya yang udah mengeras itu tak luput dari sapuan lidahku yang kasar, hingga tubuh Rissa menggelinjang disertai desahannya. Dengan dua jari manisku, kusingkapkan bibir memeknya dan jari tengahku kumainkan dibibir dan dalam lubang itu yang membuat desahan Rissa semakin liar sambil menjambak rambutku.

Perlahan kuturunkan celana dan juga CD Rissa sekalian hingga lepas. Lalu kubuka resleting celanaku dan kemudian kuturunkan celana dalamku sehingga menyembullah k0ntolku yang sedari tadi sudah sangat tegang. Tanpa dikomando tangan Rissa memegang dan membimbing k0ntolku memasuki liang m3meknya. Perlahan kumasukkan kepala k0ntolku dan tanpa menemui kesulitan, kepala k0ntolku masuk dengan mudahnya.

Setelah kepala k0ntolku masuk, dengan sejali hentakan k0ntolku sudah terbenam didalam memeknya yang membuat Rissa menjerit kecil, “Oooouuuhhhh……”.


Kemudian aku mulai menggerakkan tubuhku maju mundur, yang semakin lama kecepatannya semakin cepat hingga Rissa mendesah keenakan. Sambil terus menggenjot memek Rissa, tanganku juga meremasi toketnya yang kenyal dan montok itu, dan lidahku juga menjilati leher dan telinganya. Aku terus mendesak Rissa dengan dorongan-dorongan tubuhku, hingga akhirnya kurasakan tangannya yang melingkar dileherku semakin erat dan juga kedua pahanya menjepit tubuhku dengan kencang.

Saat itu juga gerakanku semakin kupercepat, rintihan Rissa pun bertambah liar sampai diakhiri dengan jeritan kecil “Oooouuuuhhhh….Aakkk…Aaakkkuuuu…Keeelluuuaarrr….” bersamaan dengan itu kurasakan pula pejuhnya menyemprot k0ntolku dan pejuhku juga mulai mengalir didalam m3meknya.

Kami menikmati puncak kenikmatan pertama ini dengan saling berpelukan dan bercumbu mesra. Namun tiba-tiba kudengar suara kunci dibuka dan gagang pintu diputar, pintu pun terbuka, ternyata yang masuk adalah pak Emon, kepala karyawan dikampusku yang juga memegang kunci ruangan. Pak Emon berusia 55 tahunan, rambutnya juga sudah beruban, namun tubuhnya masih sangat gagah. Kami kaget karena kedatangannya. Aku pun segera menaikkan celanaku yang sudah merosot, sementara Rissa berlindung dibelakang tubuhku untuk menutupi tubuh bugilnya.Cerita Ngentot

“Eeeee….Ladalah kupikir ada maling disini, Eehhhh.. ternyata ada sepasang kekasih lagi bercumbu!” kata pak Emon

“Maaf Pak, kami memang salah, tolong pak jangan bilang sama siapa-siapa tentang hal ini,” kataku memohon

“Hhhhmmm… Okkee, aku akan jaga rahasia ini, tapi..” kata pak Emon

“Tapi apa pak?” tanyaku

pak Emon kemudian menutup pintu dan berjalan mendekati kami.

“Tapi aku boleh ikut mencicipi si mbak cantik ini, he.. he… he…!” jawab pak Emon sambil terus mendekati kami

“Jangan pak, jangan, saya mohon jangan!!!”

Wajah Rissa pun seketika menjadi pucat dan sambil menutupi dada dan kemaluannya Rissa berjalan mundur untuk menghindar, namun Riisa terdesak disudut ruangan. Kesempatan itupun tak disia-siakan pak Emon untuk langsung mendekap tubuh Rissa. Pak Emon langsung memegangi kedua pergelangan tangan Rissa dan mengangkatnya keatas.

“Ahh.. jangan gitu Pak, lepasin saya atau..eeemmbbhhh..,jangaaan paaak!” langsung saja pak Emon sudah melumat bibir Rissa dengan ganasnya. Sekarang Rissa sudah mulai berhenti meronta sehingga tangan pak Emon sudah mulai melepaskan pegangannya dan perlahan-lahan mulai turun ketoket Rissa kemudian meremasnya dengan ganas.

Aku tak tau kenapa sedari tadi aku hanya diam saja tanpa berbuat apa-apa selain bengong menonton adegan panas itu, sangat kontas nampaknya Rissa yang berparas cantik itu sedang dijamah oleh pak Emon yang tua itu, dan dalam hatiku berkata, “Dasar bandot tua, sudah ganggu acara orang masih minta bagian pula” cerutuku.

Ciuman pak Emon dibibir Rissa kini mulai turun kelehernya, dijilatinya leher jenjang Rissa kemudian pak Emon mulai menciumi toket Rissa sambil tangannya mengobok-obok m3mek Rissa. Diperlakukannya seperti itu Rissa sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Rissa hanya pasrah sambil terus mendesah, “Paaaak…Aaaagghh.. jangan.. eeemmhh… sudah pak.. Hentikan paakk….Eeehhmmmbbb!!!”. Setelah puas melumat toket Rissa, pak Emon mulai menjelajahi tubuh bagian bawah Rissa dengan jilatan dan ciumannya.


Kemudian pak Emon berjongkok didepan Rissa dan pak Emon mengaitkan kaki kanan Rissa diatas bahunya dan mengarahkan mulutnya untuk mencium vagina Rissa yang sudah basah itu sambil sesekali menusukan jarinya kedalam lobang m3meknya. Sementara pak Emon menggarap bagian bawah, aku melumat bibir Rissa dan meremas toket Rissa, putting susunya yang sudah mengeras lagi itu kupencet dan kupilin-pilin.

Lumatan mulut pak Emon masih sangat jelas kulihat membekas ditoket Rissa sebelah kiri. Tak lama kemudian kurasakan dia mencengkram lenganku dengan keras dan nafasnya semakin memburu, ciumannya pun semakin dalam. Ternyata Rissa mencapai orgasme karena dioral oleh pak Emon dan kulihat pak Emon juga sedang asyik menghisap cairan yang keluar dari memek Rissa hingga membuat tubuh Rissa menegang sejenak dan dari mulut Rissa kudengar desahan-desahan yang terhambat oleh ciumanku.

Sekarang aku membuat posisi Rissa menungging diatas matras yang kugelar. Kuentot Rissa dari belakang, sambil meremasi pantat dan juga toketnya. Pak Emon melepaskan pakaiannya hingga telanjang, kemudian dia berlutut didepan wajah Rissa. Tanpa disuruh Rissa segera meraih k0ntol pak Emon yang besar dan hitam itu. Mula-mula dijilatinya k0ntol pak Emon lalu dikulumnya buah zakarnya sejenak lalu dimasukkannya k0ntol tersebut kedalam mulutnya. Pak Emon mendesah dan merem melek mendapat kenikmatan dari kuluman Rissa. Rissa menjejali k0ntol pak Emoon hingga masuk seluruhnya kedalam mulut Rissa.Cerita Seks

Rissapun agak kewalahan mendapat serangaan dari dua arah seperti ini. Beberapa saat kemudian pak Emon mendesah panjang, pak Emon menahan kepala Rissa yang ingin mengeluarkan k0ntolya dari mulutnya, sementara aku semakin mempercepat genjotanku dari belakang.

Badan Rissa mulai bergetar hebat karena sodokan-sodokanku dan juga karena pak Emon yang sudah klimaks menahan kepalanya dan menyeburkan pejuhnya didalam mulut Rissa, sangat banyak sekali pejuh pak Emon yang tercucur sampai pejuhnya meluap keluar membasahi bibir Rissa, erangan klimaks Rissa tersumbat oleh k0ntol pak Emon yang besar hingga dari mulut Rissa hanya kudengar, “Emmpphh.. mmm.. hmmpphh..” tangannya menggapai-gapai, dan matanya terbeliak-beliak menahaan nikmat.

Kemudian pak Emon melepas k0ntolnya dari mulut Rissa, lalu dia berbaring telentang dan menyuruh Yuli memasukkan k0ntolnya yang berdiri kokoh itu kedalam m3meknya. Rissa pun nurut dengan perintah pak Emon, Rissa menduduki dan memasukkan k0ntol pak Emon. Ekspresi kesakitan nampak pada wajah Rissa karena k0ntol pak Emon sangat besar dan tidak mudah memasuki m3meknya yang masih sempit. pak Emon meremasi putting susu Rissa yang sedang bergoyang di atas k0ntolnya. Aku lalu meminta Rissa untuk membersihkan k0ntolku yang sudah belepotan pejuh dan sperma kemaluannya. Ketika k0ntolku sedang dijilati dan dikulum oleh Rissa, kutarik ikat rambutnya hingga rambutnya terurai bebas.

“Wah cantik banget mbak ini, mana v4ginanya masih peret lagi, aku benar-benar beruntung malam ini,” ujar pak Emon memuji Rissa

“Dasar bandot tua tak tau diri, kalo dia pacarku udah kuhabisi kamu dari tadi!” gerutuku dalam hati
Setelah k0ntolku dibersihkan Rissa, kuatur posisinya tengkurap di atas pak Emon, dan kumasukkan k0ntolku ke anus Rissa. Sungguh sempit sekali lubang anus Rissa itu hingga Rissa menjerit histeris ketika k0ntolku berhasil memasukinya. Kami bertiga lalu mengatur gerakan agar dapat serasi antara k0ntol pak Emon di nonoknya dan p3nisku didubur Rissa. Kuhujamkan k0ntolku dengan ganas sambil meremasi toketnya dan pantatnya juga sesekali kujilati lehernya.

Sementara pak Emon juga aktif memainkan buah dadanya yang hanya beberapa sentimeter dari wajahnya itu. Tak lama kemudian Rissa menjerit keras, “Aaaaaakkhh…!” tubuhnya langsung menegang dan tersentak-sentak lalu terkulai lemas menelungkup, begitu tubuhnya rebah langsung disambut pak Emon dengan kuluman bibirnya. Aku dan pak Emon melepas k0ntol kami dan berdiri didepan Rissa dan secara bergantian Rissa mengulum dan mengocok k0ntol kami hingga pejuh kami muncrat membasahi wajahnya.

Badan kami bertiga sudah bercucuran keringat dan sangat lelah, terutama Rissa, dia nampak sangat kelelahan setelah melayani dua lelaki sekaligus. Sesudah beristirahat sejenak, kami berpakaian kembali. Dan kami membuat kesepakatan dengan pak Emon untuk saling menjaga rahasia ini, pak Emon pun menyetujuinya dengan syarat Rissa mau melayaninya sekali lagi kapanpun bila dipanggil, meskipun mulanya Rissa agak ragu-ragu akhirnya disetujuinya juga.

Kami yakin dia tidak berani kelewatan karena dia juga tidak ingin hal ini diketahui keluarganya. Sejak itu kami semakin akrab dan sering melakukakan hubungan sex itu lagi meskipun tidak sampai pacaran, karena kami masing-masing sudah punya pacar. 



0 comments:

Posting Komentar