PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
KeranjangBokep
Layar Seks
Home » , , , » Cerita Dewasa Nafsu Birahi Sex Tante Liar

Cerita Dewasa Nafsu Birahi Sex Tante Liar

Written By Angela Chan on Selasa, 18 Juli 2017 | 11.30.00

Cerita Dewasa Nafsu Birahi Sex Tante Liar



CeritaDewasaKami - Ketika aku lulus dari SMA, aku melanjutkan kuliah dikota dank karena jarak yang terlalu jauh maka kuputuskan untuk tinggal dirumah om ku yang bernama om Fuad. Om Fuad ini anak terakhir dikeluarga ayahku. Setelah kudapatkan persetujuan dari om Fuad, aku pun menetap dirumahnya.

Om Fuad sudah mempunya istri yaitu tante Niar, orangnya sangat seksi sekali, walaupun umurnya cukup tua, namun dia tampak seperti perempuan yang sering melakukan perawatan badan hingga tubuhnya sangat bersih terawat. Lekuk tubuh tante Niar sangat indah sekali untuk dipandang, payudaranya besar dan pantatnya yang menjulang kebelakang membuat birahiku naik setiap kali melihat kemolekan tubuh tante Niar. Andai saja dia bukan tanteku, pasti sudah kuembat, kataku dalam hati.

Seiring berjalannya waktu aku tinggal dirumah tante Niar, aku menjadi sudah biasa dan menjadi akrab denga tante Niar dan om Fuad. Bahkan kita sering renang bertiga ketika sedang santai dirumah dan kebersamaan kita yang semakin sering yang membuatku semakin dekat dengan om Fuad dan tante Niar. Sering juga kalau sedang liburan om Fuad dan tante Niar mengajakku untuk jalan-jalan dan tante Niar juga sering membelikan sesuatu ketika jalan-jalan.

Setelah beberapa bulan dirumah om Fuad aku semakin nyaman dengan kemewahan yang diberikan om Fuad dan pemandangan tubuh molek tante Niar yang setiap hari menjadi pemandanganku. Dan juga om Fuad sudah memepercayakan apa saja kepadaku, karena aku sudah dianggap seperti anak sendiri.

Suatu saat ketika aku duduk ditepi kolam, om Fuad datang menghampiriku dan dia berkata mau pergi keluar kota. Dia juga mempercayakan semua tanggung jawab dirumah kepadaku dan aku pun mengangguk menyetujui perintah om Fuad. Kami-pun mengantarkan sampai pagar rumah. Setelah itu aku kembali duduk menikmati suasana kolam renang. Tiba tiba dari belakang muncul sosok yang sangat menawan. Tante dengan baluatan piyama menghampiriku.

“Guntur kamu suka gak sama rumah ini” tanya tante Niar

“Suka banget Tante, kayaknya aku kerasan banget tinggal dirumah ini karena tiap sore bisa renang” jawabku

“Kamu suka renang, yuk kita renang bareng, pas waktu ini udara sangat panas” ajak tante

Wahh kebetulan aku bisa renang sama Tante yang menggoda ini. Waktu bertemu pertama kali aku cuma bisa membayangkan bentuk tubuhnya waktu renang dengan balutan swimsuit. Namun saat tante Niar berdiri dan tante membuka piyamanya. Kontan aku tersedak saat tante hanya memakai bikini yang sangat seksi dengan warna yang coklat muda. Model bawahannya G-string.

“Huhuukk… Aduh Tante aku kira Tante mau telanjang” ujarku

“Enak aja kalau kamu, om bilang kamu suka bercanda” jawab tante

“Tante gak malu dilihatin sama satpam tante, tante make bikini seperti ini”

“Ihh ini sudah biasa tante make bikini kadang ada orang kampung ngintip tante”

“Benar Tante. Namun sayang aku lupa bawa celana renang”

“Aaahhh…gak apa apa pake aja dulu CD kamu. Nanti aku suruh bibik suruh beli buat kamu, yuk nyebur..”

Segera tante menyeburkan dirinya. Dengan malu malu aku membuka bajuku namun belum buka celana. Aku malu sama tante. Kemudian tante naik dari kolam. Dia memdekatiku

“Ayo cepet…Malu ya sama tante??? gak papa kok, kan kamu keponakan tante. Jadi sama dengan kakak perempuan kamu”

Ketika tante mendekatiku dapat kulihat jelas putting susunya menonjol keluar. Maklum gak ada bikini pake busa. Aku melirik bagian toketnya. Tante hanya tersenyum. Setelah itu tante kembali menarikku. Tanpa basa-basi dengan muka tertunduk kuplorotkan CD-ku. Yang aku takutkan kepala burungku kelihatan kalau lagi tegang menyembul dibalik CD-ku.

Setelah melepas celanaku, langsung aku berenang bersama tante. Setelah puas renang aku naik dan segera kekamar mandi yang besar. Aku masuk disana saat aku ingin menutupnya, gak ada kuncinya jadi kalau ada orang masuk tinggal buka aja.


Aku segera bergegas tempat dengan penutup kain. Aku tanggalkan semua yang tertinggal ditubuhku dan kubilas dengan air dingin. Saat hendak menyabuni tubuhku. Terdengar suara pintu terbuka, aku mengintip ternyata tante Niar yang masuk. Kontan aku kaget dan aku berusaha agar gak ketahuan.

Saat tante membuka sedikit tempatku, aku spontan kaget segera aku menghadap kebelakang.

“Eeeehh…Maaf ya Guntur aku gak tahu kalau kamu ada didalam. Habis gak ada suara sih” ujar tante

Langsung segera wajahku memerah. Aku baru sadar kalau tante sudah menanggalkan bikini bagian atasnya. Tante segera menutupinya dengan telapak tangannya. Aku tahu waktu tubuhku menghadap kebelakang namun kepalaku lagi menoleh kepadanya.

“Maaf… Juga tante ini salahku” jawabku yang seolah gak sadar apa yang aku lakukan

Yang lebih menarik telapak tangan tante tidak cukup menutupi semua bagian toketnya. Disana terdapat puting kecil berwarna kemerahan serta sangat kontras dengan besarnya toket tante.

“Tante tutup dong tirainya, akukan malu” Segera ditutup tirai itu oleh tante

Dengan keras shower kuhidupkan seolah olah aku sedang mandi. Segera kuintip tanteku. Ternyata tante masih diluar belum masuk tempat shower. Tante Niar berdiri didepan cermin. Disana tante sedang membersihkan muka, nampak toketnya bergoyang-goyang menggairahkan sekali.

Dengan sengaja aku sedikit membuka tirai agar aku dapat melihatnya. Aku bermain dengan burungku yang langsung seketika itu mengeras. Kukocok dengan sabun cair milik tante. Saat kuintip yang kedua kali tante mengoleskan cairan disekujur tubuhnya. Kulihat tubuh tante mengkilap setelah diberi cairan itu.

Aku gak tahu cairan apa itu. Tante mengoleskan disekitar toketnya cukup lama. Sambil dipilin-pilin kadang agar diremas kecil. Ketika sekitar 5 menit kayaknya tante mendesis membuka sedikit mulutnya sambil dia memejamkan mata. Sambil menikmati pemandangan kukonsentrasikan pada kocokanku dan akhirnya. “Crot…Crot…Croott…” spermaku tumpah semua ke CD bekas aku renang tadi.Cerita Ngentot

Yang aku kagetkan gak ada handuk, lupa kuambil dari dalam tasku. Aku bingung. Setelah beberapa waktu aku gak melihat tante didepan cermin, namun tante udah berada didepan shower yang satunya. Aku tercengang saat tante memelorotkan CD-nya dengan perlahan-lahan dan melemparkan CD-nya kekeranjang dan masuk keshower. Setelah beberapa kemudian tante keluar. Aku sengaja gak keluar menunggu tante Niar pergi. Namun tante Niar menghampiriku.

“Guntur kok lama banget mandinya. Hayo ngapain didalam??”

Lalu kukeluarkan kepalaku saja dibalik tirai. Aku kaget tante Niar ada dihadapanku tanpa satu busanapun yang menempel ditubuhnya. Langsung aku tutup kembali.

“Guntur malu ya, gak usah malu aku kan masih tantemu. gak papalah”

“Anu tante aku lupa bawa handuk jadi aku malu kalau harus keluar”

“Aku juga lupa bawa handuk, udahlah kamu keluar dulu aja. Aku mau ambilkan handukmu”

Tante sudah pergi. Akupun keluar dari shower. Setelah bebrapa menit aku mulai kedinginan yang tadi adikku mengeras tiba tiba mengecil kembali. Kemudian pintu terbuka pembantu tante yang usianya seperti kakakku datang bawa handuk, akupun kaget segera kututupi burungku. Dia melihatku cuma tersenyum manis dan aku tertunduk malu.

Setelah dia keluar, belum sempet kututup auratku, tante Niar masuk masih tetap telanjang hanya aja tante sudah pake CD model g-string.

“Ada apa tante. Kok masih telanjang” tanyaku

“Udah gak malu ya…anu Guntur aku mau minta tolong”

“Tolong apa tante kok serius banget. Namun maaf ya tante burung Guntur berdiri” dan tante Niar malah tertawa

“Idih itu sih biasa kalau lagi liat wanita telanjang” jawab tante

“Begini, aku minta Guntur meluluri badan tante soalnya tukang lulurnya gak datang”

Bagai disambar petir. Aku belum pernah pegang cewek sejak waktu itu. Pucuk dicinta ulam tiba.

“Mau gak???”

“Mau Tante”

Segera tante Niar berbaring tengkurap. Aku melumuri punggung tante dengan lulur. Kuratakan disegala tubuhnya. Tiba-tiba handukku terlepas. Nongol deh burungku, langsung kututupi dengan tanganku, dan malah tante berkata,
“Sudah biarin aja, yang ada cuma aku dan kamu apa sih yang kamu malukan” Dengan santainya tante Niar menaruh handukku kelantai

“Tubuh Tante bagus banget. Walaupun sudah punya anak tetap toket tante besar dan kenceng lagi”

Aku berbicara ketika kutahu toketnya tergencet waktu dia tengkurap. Dan tante hanya tersenyum. Aku sekarang meluluri bagian pahanya dan pantatnya.

“Guntur berhenti sebentar”

Akupun berhenti kemudian tante mencopot CD-nya. Otomatis burungku tambah gagah. Aku tetap gak berani menatap bagian bawahnya. Setelah beberapa waktu tante membalikkan badan kearahku. Lagi-lagi aku tersedak melihat pemandangan itu.

“Guntur burungmu lagi tegang-tegangnya nih kayaknya sudah hampir keluar nih”

Kemudian tante Niar menyuruhku mengolesinya dibagian toketnya. Tante menyuruhku supaya sedikit meremas-remasnya. Alhasil aku-pun ketagian. Acara itu disana kulihat puting berwarna merah muda lagi mengeras. Kadang kadang kusenggol putting susunya atau kusentil. Tante Niar memekik dan mendesah seperti ulat kepanasan.

“Guntur terus remas. Uhuhh remes yang kuat”

“Tante kok jarang rambutnya dianunya tante. gak kaya mbak Erma” aku bertanya dan dia hanya tersenyum saat tanganku beralih didaerah memeknya

Saat kusentuh memek tante yang jarang ditumbuhi rambutnya. Aku gemetaran saat tanganku menyentuh gundukan itu. Belum kukasih lulur daerah itu sudah basah dengan sendirinya. Aku disuruh tante terus mengusap-usap daerah itu, kadang kutekan bagian keduanya.

“Guntur pijatanmu enak banget…Terus”

Setelah aku terus gosok dengan lembut tiba-tiba tante menegang. “Serr…serr…Seeeerrr” kucari sumber bunyi yang pelan namun jelas. Kutahu kalau itu berasal dibagian sensitif tante. Kemudian tante terkulai lemas. Setelah beberapa saat tante langsung memegang k0ntolku dan langsung mengulumnya,

“Aaaarrgghhh…Ennaaakk banget tante” aku pun mendesah keenakan mendapat perlakuan spesial dari tante

Tante Niar memaju mundurkan mulutnya didalam k0ntolku semakin lama semakin cepat,
“Niiiikkkkmat banget tante” celotehku


Kadang sesekali tante menjilati batang k0ntolku. Kurang lebih 10 menit tante mengulum k0ntolku, aku menjadi gak sabar dan aku langsung meminta kepada tante,

“Tante…masukkan situ ya tante??” pintaku sambil menunjuk memek tante

Tanpa menjawab pintaanku tante dengan sendirinya langsung berdiri dan langsung memasukkan k0ntolku dalam vagina tante dan “Bleeeeesss” terbenamlah semua k0ntolku kedalam vegina tante. Sungguh nikmat sekali begitu k0ntolku masuk dalam vagina tante. Tante menggoyang-goyangkan pinggulnya hingga kurasakan keninkmatan yang tiada taranya.Cerita Sex

Aku sendiri juga gak tinggal diam, aku juga ikut menggoyang-goyangkan pantatku mengikuti gerakan tante yang terus menggoyang-goyangkan pantatnya yang semakin lama semakin cepat.

Setelah kurang lebih 10 menit tante menggoyangku dari atas, kuminta untuk ganti gaya, kubaringkan tubuh tante hingga sekarang aku diatas dan tanpa menunggu lama langsung kumasukkan k0ntolku “Bleeeeeeeeeeeeeeesssss” dan aku mengocok vagina tante dengan k0ntolku langsug dengan cepat.

“Oooooouuuhhhhh…Ennnaaakkk banget Guntur….Yang kenceeeng genjotannya Guntuuurr” celoteh tante ketika kugenjot vaginanya

Dengan menuruti celoteh tante, kupompa vagina tante dengan cepat, tapi gerakanku yang semakin cepat malah membuat darahku mendesir sampai keubun-ubun dan langsing badanku bergetar dengan hebatnya dan “Crooooottt…..Croooooottt…..Croooooott…” spermaku menyemprot banyak sekali didalam meki tante Niar dan aku langsung terkulai lemas disamping tubuh tante.

“Makasih ya Guntur, k0ntolmu enak banget, besar, gagah perkasa” Ucap tante

“Sama-sama tante, vagina tante juga nikmat banget tante” jawabku

“Besok-besok lagi ya Guntur” pinta tante sambil mengecup keningku

Setelah kejadian itu, hari-hari selanjutnay selalu kuhiasi dengan persetubuhan dengan tante Niar yang ternyata dia termasuk wanita hyper Sex dan aku dijadikannya sebagai pemuas nafsunya.

Aku juga tidak menolak karena aku juga mendapat kenikmatan, sampai akhirnya aku diminta ayah dan ibuku untuk kembali kedesa dan aku meninggalkan rumah tante dan meninggalkan kenangan Sex yang indah bersama tante Niar.



0 comments:

Posting Komentar