PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
Home » , , , , » Cerita Dewasa Kenikmatan Memek Kakak Iparku

Cerita Dewasa Kenikmatan Memek Kakak Iparku

Written By Angela Chan on Minggu, 30 Juli 2017 | 14.56.00

Cerita Dewasa Kenikmatan Memek Kakak Iparku



CeritaDewasaKami - Sudah lima tahun aku berkeluarga, namun apa daya, selama lima tahun itu aku juga aku dan istriku tidak diakruniai seorang anak. Aku dan istriku sudah periksa kedokter, dan kamipun dinyatakan normal. Hingga aku pasrah dengan keadaanku saat ini. Kakak iparku juga selalu memberi semangat kepada aku dan istriku untuk tidak putus asa dan terus berusaha.

Kakak iparku itnggal hanya beberapa rumah dari rumahku. Panggil saja mbak Dewi, umurnya masih muda sekitaran 35 tahunan. Keluargaku dan keluarga mbak Dewi sangat akrab sekali. Kita sering bergantian main kerumah hingga kami pun sudah jadi biasa ibarat rumahku rumah mbak dewi dan rumah mbak dewi juga rumahku. Keakraban keluarga kami membuat kami saling mengetahui kebiasaan keluarga kami masing-masing.

Sedikit gambaran mengenai mbak Dewi, dia orangnya cantik, berkulit sawo matang bersih, tubuhnya aduhai sangat menggoda sekali. Mbak Dewi lebih cantik dan lebih seksi dibandingkan istriku. Dan semenjak keadaanku yang sudah 5 tahun gak bisa punya anak, aku pun mulai meilirik mbak Dewi kakak iparku tersebut. Keakrabpan kami membuat aku mengetahui klebiasaan mbak Dewi dengan detailnya. Hingga terjadi cerita ini, begini ceritanya….

Pagi itu istriku sudah bangun pagi dan sudah masak makanan lumayan banyak, dan ketika aku bangun aku tanya istriku,

“Tumben kamu masak lumayan banyak gini mah??”

“Iya pah, nanti aku mau pergi kerumah temen, dan aku berniat sekalian memasakkan mbak Dewi, tapi nanti papah yang anterin kerumah mbak dewi yaa, papah libur kan???” kata istriku

“Iya papah libur, nanti papah anterin gak papa mah”

Aku yang sudah melirik mbak Dewi, mendapat kesempatan emas itu gak akan aku sia-siakan lagi. Sambil menuggu istriku yang masih masak, aku mencari akal gimana caranya pagi ini aku harus bisa mendapatkan tubuh kakak iparku tersebut. Aku kembali kekamar, daku rebahan dikasur sambil berpikir.Cerita Dewasa

Setelah aku berpikir sambl tengak-tengok, akhirnya aku inget kalo aku mempunyai obat perangsang yang bisa aku gunakan sebagai senjataku menikmati tubuh kakak iparku tersebut. Karena kau yakin pagi itu suasana rumah mbak Dewi pasti sepi, anaknya bersekolah dan suaminya pasti bekerja.

Kira-kira jam 7 pagi, istriku berpamitan untuk pergi,

“Paaah aku pergi dulu yaaa, nanti yang dirantang (wadah makanan? Putih antyerin kerumah mbak Dewi yaaa”

“Iyaa maah, tiati yaaa, pulangnya jangan sampai sore” jawabku

Setelah itu, aku lihat istriku pergi dan segera aku ambil rantang putih dan aku berbegas menuju rumah mbak Dewi. Tak lupa aku membawa sebotol obat perangsang yang biasa aku gunakan untuk variasi sama istriku yang sudah terbukti manjuur. Sampai dirumahnya benar saja yang aku pikirkan, rumahnya sudah sepi sekali, dan mungkin hanya pembantunya saja yang menemaninya. Kemudian aku ketuk pintu rumah mbak Dewi, dan dibukakanlah pintu oleh pemabntu mbak Dewi.

“Mbak Dewi mana biik??” kataku

“Masih tidur pak, saya gak berani bangunin pak” jawabnya

“Nggak usah kamu bangunin, nanti biar aku sendiri yang bangunin biik” kataku

Kemudian aku masuk rumah mbak Dewi sambil aku memperhatikan kemana arah pembantu mbak Dewi pergi. Ternyata pembantu mbak Dewi pergi kelantai 2 dikamar anak-anak mbak dewi. Aku pun langsung menuju ruang makan untuk meletakkan rantang makanan dan aku melihat segelas teh hangat, aku langsung berpikiran kalau ini pasti minuman untuk mnbak Dewi, karna yang dirumah hanya mbak Dewi sendiri.


Dengan tekat keberuntungan, kau pun meneteskan lumayan banyak obat perangsang diminuman tersebut, aku berpikir kalo banyak agar bereaksi lebih cepat. Dan kemudian aku menuju kamar mbak Dewi yang ternyata sedikit terbuka gak dikunci. Aku lihat mbak Dewi haya menggunakan baju tidur mini menerawang banget, wooooww…sungguh indah lekuk tubuh mbak Dewi. BH dan celana dalam hitam yang mbak Dewi pakai membuat mbak Dewi terlihat begitu menggairahkan.Cerita Ngentot

Naun belum sempet lama aku menikmati pemandangan tubuh mbak Dewi, tiba-tiba mbak Dewi terbangun. Aku pura-pura jalan dari luar menuju dapur rumah mbak dewi yang membuat kita saling bertemu,

“Eh, ada Reno, udah lama?”, sapanya dgn suara serak yg terdengar seksi, seseksi tubuhnya.

“Baru mbak, antar makanan buatan Istriku”, jawabku sambil melihat dgn jelas buah dada besarnya yg no-bra itu.

Mbak Dewi memang sangat cuek, dia tidak memperdulikan mataku yg nakal memandangi buah dadanya yg menggelantung di balik daster tipisnya. Dgn gontai ia menuju meja makan dan menghirup teh yg sdh kuberikan cairan perangsang. Menurut teori, dalam waktu 5 sampai 10 menit ke depan, hormon progesteron Mbak Dewi akan meningkat dan ia akan terbakar nafsu birahi.

Setelah minum teh, Mbak Dewi masuk ke kamar mandi untuk cuci muka, pipis dan pastinya cuci meki lah, he3x…

Keluar dari kamar mandi, wajah Mbak Dewi memang sdh lebih segar. Masih dgn daster tipis yg memberikan informasi maksimal itu, dia memanggil pembantunya dan menyuruh ke pasar. Wah, tambah perfect deh, pikirku.

Setelah sedikit beraktivitas di ruang makan, ia kembali ke kamar. Pasti dia akan ganti baju pikirku. Dgn perlahan aku mengikuti di belakangnya. Dan benar juga seperti dugaanku, Mbak Dewi tidak menutup dgn baik pintu kamarnya. Dia begitu cuek atau sengaja memberikanku kesempatan mengintipnya berganti baju.

K0ntolku semakin mengeras melihat Mbak Dewi menanggalkan dasternya dan … oh, rupanya obat perangsangku sdh mulai bekerja.

Mbak Dewi tampak gelisah lalu mengusap-usap selangkangannya dgn tangan. Aku seperti diberi berkah pagi itu, Mbak Dewi benar2x seperti terangsang hebat. Dia dgn sedikit terburu-buru melepas CD hitamnya sehingga kini ia benar2x bugil di kamar. Kemudian kulihat ia mengusap-usap bagian meki dan sekitarnya dgn tangan. Wah… tak akan kubiarkan dia melakukan masturbasi.

Dgn semangat 45 dan penuh percaya diri, aku membuka celanaku dan membiarkan k0ntolku yg sdh konak dari tadi mengacung bebas. Walau dgn sedikit canggung, aku beranikan diri membuka pintu kamarnya.

“Reno… kamu…”, Mbak Dewi menjerit melihat aku masuk ke kamarnya sementara dia sedang bugil dan lebih kaget lagi melihat aku tanpa celana dan mengacungkan k0ntol ke arahnya.Cerita Mesum

“Daripada pakai tangan, pakai ini aja Mbak…”, pintaku seraya memegang batang k0ntolku.

“Gila kamu, jangan kurang ajar”, sergahnya ketika aku mendekati tubuh bugilnya.

Mbak Dewi menampik tanganku yg ingin menjamahnya, tapi nafsu birahi yg membakar otaknya membuatnya tak cukup tenaga untuk menolak lebih lanjut sentuhanku. Ketika tanganku berhasil meraih buah dada dan meremasnya, dia hanya bilang “Gila kamu!”, tapi tak sedikitpun menjauhkan tanganku untuk meremas-remas buah dada dan memilin puting susunya.

Aku sdh merasa di atas angin. Mbak Dewi hanya bersumpah serapah, namun tubuhnya seperti pasrah. Setiap sentuhan dan remasan tanganku di tubuhnya hanya direspon dgn kata “kurang ajar” dan “gila kamu”, namun aku merasa yakin dia menikmatinya.

Dugaanku betul, Mbak Dewi akhirnya dgn malu2x memegang batang k0ntolku.

“Besar banget punya kamu Reno”, serunya.

“Pingin masuk vagina Mbak tuh…” jawabku.

Mbak Dewi tersenyum manja,”Gila kamu!”

“Iya mbak, saya memang tergila-gila pada Mbak”, rayuku sambil terus memilin puting susunya yg sdh mengeras.

Mbak Dewi semakin relaks dan pasrah. Kini dgn sangat mudah aku bisa meraih daerah selangkangannya yg berbulu tipis dan mulai meraba-raba mEmeknya yg ternyata sdh becek.

“Kaya’nya vaginanya udah minta nih Mbak”, kataku.

“Gila kamu!”, entah sdh berapa kali dia mengeluarkan kata itu pagi ini.

“Nungging Mbak, saya masukin dari belakang”, pintaku untuk doggy style.


Mbak Dewi masih dgn sumpah serapah menuruti kemauanku. Kini pantat bahenolnya terpampang di hadapanku, pantat yg selama ini aku impikan itu akhirnya bisa kuraih dan kuremas-remas. Dgn perlahan, aku memasukkan batang k0ntolku ke dalam liang mEmeknya. Tidak sulit tentu saja, maklum sdh punya dua anak dan memang sdh becek pula.

Maka adegan selanjutnya sdh bisa ditebak, Mbak Dewi yg sdh terbakar birahi tentu saja orgasme lebih dulu akibat pompa k0ntolku pada mEmeknya. Namun sekali lagi, pagi itu memang milikku. Meskipun sdh orgasmu, kakak iparku yg montok itu tetap penuh birahi meladeni permainanku sampai akhirnya kami merasakan orgasme secara bersama. Nikmatnya luar biasaaaa….Cerita Seks

“Sembarangan kamu numpahin sperma di vaginaku ya Reno…”, jeritnya ketika aku memuncratkan spermaku ke dalam rahimnya.

“Habis vagina Mbak enak sih….”, seruku di telinganya. Kakak iparku hanya melejat-lejat menikmati orgasmenya juga.

Selesai orgasme, seperti sepasang kekasih, kami berciuman.

“Kamu memang gila Reno, awas… jangan bilang siapa2x ya!”, serunya perlahan.

“Ya iyalah Mbak, masa’ mau cerita-cerita..”, candaku. Dia pun tertawa lepas.

“Kapan-kapan lagi ya Mbak…”, pintaku.

“Gila… kamu gila…” jeritnya sambil berjalan ke kamar mandi.

Aku memandang tubuh montok kakak iparku dgn senyum puas. Akhirnya tubuh impianku itu kunikmati juga.

Dan kisah selanjutnya tentu juga mudah ditebak. Setiap ada kesempatan, kami berdua mengulanginya lagi, tidak hanya di rumahnya, tapi juga di rumahku dan kadang2x untuk selingan kami janjian di luar rumah, main di mobil, pokoknya seruuuu.

Ceritadewasakami.com - Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Birahi, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Bokep Indo

0 comments:

Posting Komentar