PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
Home » , , , , , , , » Cerita Dewasa Birahi Sex ABG Berjilbab

Cerita Dewasa Birahi Sex ABG Berjilbab

Written By Angela Chan on Kamis, 27 Juli 2017 | 14.00.00

Cerita Dewasa Birahi Sex ABG Berjilbab



CeritaDewasaKami - Perkenalkan namaku Dhika. Aku bekerja wiraswasta yaitu tepatnya bukia usaha perakitan dan servis computer. Usahaku terbilang berhasil karena dari usahaku aku bisa membeli rumah sendiri dan juga mobil. Dan kali ini aku akan berceriota tentang pengalaman pribadiku yang pernah, meraskan sensasi berhubungan dengan gadis ABG berhijab yang mempunyai gairah nafsu sex yang liar.

Waktu itu aku sedang mengantar computer yang diservis ditempatku dan aku melintas didepan sebuah sekolahan yang kebetulan sudah bubaran untuk pulang. Aku lihat banyak siswa-siswi berhamburan keluar sekolahan. Naaah….saat aku sedang celingukan mencari alamat rumah yang mempunyai computer, aku melhat segrombolan siswi dengan jilbab-jilbabnya. Seragam putih abu-abu dan juga kerudung putih menghias kecantikan siswi-siswi ini.

Awalnya aku tak mempedulikannya, namun saat aku memperlambat laju mobilku karena ada lobang jalan saat itu juga aku berpapasan dengan siswi-siswi berjilbab itu. Aku lihat mereka sangat senang, dengan canda tawanya bersama teman segerombolannya. Dari banyak segerombolan siswi-siswi cantik berkerudung itu ada satu yang sangat menarik perhatianku, namun siswi ini tidak jalan bersama dengan teman-temannya. Dia berjalan sendirian dibelakang gerombolan yang bercanda tawa tadi.

Saat aku sedang melihatnya, ternyata siswi tersebut juga sdang mencuri pandang melihatku. Aku melihat tatapan dan senyumannya yang terlihat sangat manis kepadaku. Senyumnya sangat menggodaku dan senyumnya terlihat sangat nakal dan genit kepadaku. Aku pun membalas senyuman siswi itu dengan manis, dan aku memperhatikan tubuh siswi tersebut dari atas sampai bawah rok panjangnya.

Aku lihat face nya cantik dan enak dipandang, dan siswi ini mengingatkanku dengan seorang wanita yang pernah dihatiku. Lengan kemeja siswi itu dilempit keatas jadi aku bisa melihat tangannya yang putih dan bersih itu. Siswi ini memiliki perawakan tingginya 165cm dan yang paling menarik perhatianku adalah buah dadanya yang besar dan terlihat sangat ketat, aku taksir buah dadanya berukuran sekitar 36A. aku melihatnya hingga membuat aku menelan ludah dan bergeleng. Lekuk pinggulnya yang aduhai kala ia melenggak-lenggok berjalan terbungkus agak ketat oleh rok abu-abu panjang yang dikenakannya.

Kemudian aku langsung menghentikan laju mobilku dan menatap siswi itu dengan senyumanku, dan siswi itu membalas senyumanku dengan manisnya. Dan setelah aku berhenti, aku pun membuka jendela kaca mobilku dengan penuh, dan siswi cantik berjilbab itu pun berhenti berjalan dan menghampiriku, tanpa teman-temannya mengetahui. Teman-temannya tetap berjalan dengan masih bercanda gurau. Dan aku pun berbasa basi dengan kutanya alamat rumah yang aku cari,

“Dek tau alamat ini gak???” sambil aku menunjukan selebaran kertas

Namun bvelum sempet dijawab, teman-temannya memanggilnya dan dengan teriak menanyakan siapa aku. Kemudian aku minta tolong agar siswi itu ngomong pada teman-temannya kalau aku ituy kenalan ayahnya. Dan aku meminta agar aku diantarkan ke alamat yang aku tanyakan tadi dengan imbalan uang yang cukup banyak. Dan siswi berjilbab cantik itu pun mengiyakan perintahku.Cerita Dewasa

Kemudian sisiw cantik itu menuju gerombolan teman-teman yang menggilnya tadi. Aku lihat dari dalam mobil dia sedang berbicara dengan teman-temannya dan seperti menjelaskan sesuatu. Tak lama kemudian, teman-temannya pun bablas dan meninggalkannya sendiri. Kemudian dia kembali kearah mobilku dank au membuka kunci pintunya dan siswi itu pun langsung masuk mobilku. Saat siswi itu duduk, aku lihat lekuk tubuhnya sangat seksi sekali dibalik seragamnya. Apalagi rok panjangnya terlihat sangat setrit hingga pantatnya terlihat jelas.

Sempet juga aku melihat siswi ini menarik rok nya agar terlihat ketat hingga bentuk tubuhnya terlihat jelas. Bentuk pahanya sangat aduhai, apalagi buah dadanya terlihat sangat besar hingga kancing bajunya pun tak cukup menampuingnya. Sungguh nafsuku mulai keluar dan dengan seketika pEnisku langsung berdiri dengan kencang dibalik celanaku. Alamaaaaakkkk….sepertimya aku sudah kagaaaak naaahan lagi, namun aku berusaha menahannya dan menemukan ritme yang tepat.

Sempet aku melirik, siswi cantik berjilbab itu juga melirik bagian celanaku yang terlihat membenjol itu. Aku langsung berpikir kalau aku akan dapat kesempatan niiih. Tak lama kemudian sampailah aku dan siswi itu di alamat yang aku cari. Dan setelah aku mengantarkan komputernya aku langsung balik ke mobil dan aku melaju bersama siswi cantik berjilbab itu dengan tanpa halangan lagi.

Sedari tadi aku lupa menanyakan namanya siswi cantik itu, dan kemudian kau berbasa-basi ngobrol tentang kehindupannya dan dari situlah aku berkenalan dan tau namanya adalah Devi. Dia anak kedua dari 4 bersaudara yang ternyata ayahnya sudah meninggal dan ibunya hanya buka warung seadanya dirumah dan Devi berniat untuk membantu ibunya.

Dari cerita Devi iotu lah aku mengetahu kalau Devi berasal dari keluarga kurang berkecukupan. Dan dari pancingan omonganku, Devi juga mengeluh dengan keadannya yang serba pas-pasan itu. Devi sekolah di MA juga karena keadaanya yang tidak memungkinkan dia bersekolah ditemoat yang favorit karena terhalang oleh biaya. Dari situlah aku menyimpulkan kalau jilbab yang Devi kenakan itu adalah peraturan sekolah yang mewajibkannya untuk memakai.


Gaya bicaranya yang terdengar agak genit, sedikit kasar dan serba ceplas-ceplos seakan mengisyaratkan kalau rasanya tidak akan sulit bagi niatku untuk menaklukan siswi berjilbab ini. Aku bertaruh kalau di lingkungan sekolahnya Devi pasti lebih menahan diri untuk tidak bertingkah dan berbicara layaknya sekarang di dalam mobilku ini.

Beberapa saat kemudian kuajak siswi berjilbab itu makan siang disebuah mall. Sembari menyantap hidangan iseng-iseng kutanya Devi bagaimana reaksi orang tuanya kalau sampai tahu dia telat pulang dari sekolah. Ternyata dengan ketus ia menjawab orang tuanya tidak bakalan bertanya macam-macam. Apalagi pulang telat sudah menjadi hal biasa baginya yang sering mampir ke rumah teman dan seringkali menginap.Cerita Ngentot

Sepertinya orang tua siswi berjilbab ini sudah bosan menegur. Betapa girangnya diriku mendengar penuturannya. Karena kesempatan untuk menjadikannya sebagai pemuas birahiku ini semakin terbuka lebar. Selepas makan siang itu, aku mengajaknya pergi jalan ke sebuah taman rekreasi dan ternyata Devi menyetujuinya.

Dalam perjalanan aku coba-coba memulai niatanku ini dengan sengaja memegang tangannya dan sepertinya gadis manis berjilbab ini membiarkannya. Tidak ada tanda penolakan darinya, kulanjutkan dengan mendaratkan tangan kiriku di atas pahanya. Perlahan dengan lembut kuusap-usap pahanya dari luar rok abu-abu panjangnya namun sekali lagi ia seperti membiarkan tindakanku.

Hatiku bersorak kegirangan kala melihat gadis berjilbab ini bakal dengan mudah kunikmati. Setibanya di taman rekreasi itu, kuparkirkan mobilku agak memojok dan jauh dari mobil-nobil lain yang parkir. Kemudian aku memberitahunya bahwa aku akan memenuhi janjiku untuk memberi imbalan sejumlah uang sebagai ganjaran membantuku mencari rumah pelangganku tadi.

Tak lupa diujung janjiku tadi aku memberi syarat jika dia menginginkan ganjaran tersebut. Devi terlihat sangat gembira karena membayangkan hadiah uang yang sudah didepan dimata. Gadis berjilbab ini menyatakan kalau dia tidak akan mempermasalahkan dengan syarat apapun yang kuminta, yang terpenting hadiah uang itu. Hmm, betapa senangnya diriku tatkala bayangan untuk menyetubuhi siswi berjilbab ini sedikit lagi akan terlaksana.

Kemudian kuberitahu bahwa aku akan menyerahkan uang itu manakala aku bisa bebas mencium bibirnya. Devi hanya diam tidak menjawab namun juga tidak kelihatan terkejut. Malah sesaat berikutnya dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan keinginanku. Tanpa buang-buang waktu, aku pun merapat ketubuhnya dan mengecup mesra bibirnya. Devi bereaksi membuka bibirnya sedikit seraya memejamkan mata.

Kulumat bibir itu dan mulai memainkan lidahku ke dalam mulutnya. “Emmhh…mmhh”, desah siswi berjilbab ini seakan menikmati ciuman dan kuluman bibirku. Tanganku pun tidak ketinggalan bergerilya meraba-raba setiap sudut tubuhnya. Menyadari Devi sepertinya dengan sukarela menyerahkan tubuhnya kepadaku tanpa halangan, perlahan kubuka kancing seragam putih lengan panjangnya satu persatu hingga terbuka semua. Sekarang sepasang tetek ranum kira-kira berukuran 33 nampak terpampang dengan bra berwarna putih krem menutupinya.Cerita Birahi

Kusingkap bra itu ke atas dan mulai meremas dan memilin susu kembar milik Devi. Tangan kiri siswi berjilbab ini spontan memegangi tangan kananku yang sedang bermain di teteknya. Sedangkan tangan kanannya dilingkarkan di leherku Puas melumat bibirnya mulutku turun ke dadanya mengecup, melumat, menghisap serta menggigit-git kecil kedua teteknya. “Emmhhh..ssshh”, desah Devi semakin kencang. Wajahnya yang mirip dengan wanita yang pernah ada dihatiku itu lengkap dengan jilbab putihnya menengadah ke atas dengan mata sayu.


Nampaknya gadis berjilbab ini mulai menikmati gairah permainan ini. Aku benar-benar terangsang karena permainan ini, lalu kukeluarkan pEnisku yang sudah menegang dari tadi celah resleting celana yang kubuka. Kuletakkan telapak tangan siswi berjilbab ini di atas pEnisku yang mulai mengeras itu. Seakan sudah tahu apa yang harus dilakukannya tanpa melihat, dipegangnya pEnisku dan mulai mengocoknya naik turun dengan lembut. Oh, terasa sungguh nikmat tatkala telapak tangan halus itu memainkan pEnisku.

“Deeevvvvv..sshh..ccup…cpak…”, desah mulutku nikmat sembari terus memainkan tetek nan kenyal milik Devi. Dan siswi berjilbab itu pun juga terdengar balas mendesah dengan muka yang tetap menengadah ke atas seraya terus memainkan kocokan lembut tangannya dipEnisku.

Kuhentikan sejenak aksi ini lalu aku kembali mengecup bibirnya dan menggeser pantatku untuk duduk di kursi dimana Devi berada. Dengan posisi duduk kami berdua yang menyamping berhadap-hadapan membuat pEnisku kini menempel persis di atas pahanya. Kemudian kulepaskan kecupanku sambil sejenak ingin melihat langsung aksi menggairahkan selanjutnya dengan mataku sendiri. Rasanya sungguh nikmat tidak terkira akan aku rasakan apabila aku bisa melihat tangannya yang lembut itu mengocok-ngocok pEnisku.

Terlebih lagi kalau dilakukan di atas pahanya yang masih terbungkus rok abu-abu panjang semata kaki itu. Kemudian aku berkata kepadanya bahwa hari ini aku benar-benar seperti sedang berada di surga karena saat ini dihadapanku ada siswi berjilbab sekolah menengah yang masih lengkap dengan seragam putih abu-abunya sedang mengocok-ngocok lembut pEnisku. Devi hanya tersenyum menatapku dengan tatapan sayu sambil terus mengocok pEnisku turun naik.Cerita Seks

Nafas gadis berjilbab itu juga semakin naik turun tidak teratur. Genggaman tangannya juga semakin erat mengocok pEnisku yang keras dan berurat itu. Makin lama kocokan siswi berjilbab ini makin cepat. Aku yang sudah semakin hampir klimaks itu memberitahunya agar lebih cepat lagi memainkannya. Gadis jilbab itupun semakin mempercepat gerakan tangannya naik turun seraya memintaku memuncratkan air maniku secepat mungkin dengan suaranya yang tercekat-cekat akibat nafasnya yang makin memburu cepat.

“Deeeevvviiiiii…aakkuuu…kellluuarr…crott…. Crott….. crott….. crott…. crott”, teriakku tertahan kala mencapai klimaks seraya memuncratkan air maniku. Berdenyut-denyut rasanya pEnisku di dalam genggamannya. Begitu deras spermaku mengalir keluar dari pEnisku hingga muncrat di atas pahanya membasahi kain abu-abu panjang rok sekolah yang dipakainya.

Tangannya tak henti-hentinya mengocok batangku bagaikan memerah seekor api hingga tiada lagi air mani yang menetes. Spermaku yang membasahi tangannya di lap sekalian dipahanya. Kemudian aku memberinya sejumlah uang seperti yang kujanjikan pada siswi berjilbab itu.

Setelah merapikan pakaian masing-masing, aku mengantarnya pulang dan memberinya nomor telepon selulerku untuk dihubungi. Dengan tersenyum nakal menyungging di bibirnya, Devi menyambar nomor teleponku seraya turun dari mobil. Tak lupa kutepuk gemas pantatnya yang montok itu.

Ceritadewasakami.com - Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Birahi, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Bokep Indo

0 comments:

Posting Komentar