PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino

Polwan yang Seksi Dan Menggoda (Part 2) | CeritaDewasaKami

Written By Melisa Chen on Selasa, 04 Oktober 2016 | 11.03.00


Polwan yang Seksi Dan Menggoda (Part 2)





PROMODOMINO.COM | Agen Domino | Agen Domino99 | Domino Online | Agen Poker | Agen QQ | BandarQ Online


Aku bisa merasakan puting susu Ibu Linda yang mengeras. Lidah Ibu Linda menjelajahi mulutku, mencari lidahku untuk kemudian saling berpagutan bagai ular. Setelah puas, Ibu Linda kemudian berdiri di depanku yang dari tadi masih melongo, karena tidak percaya pada apa yang sedang terjadi. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai.Agen Domino


Tubuhnya yang polos tanpa sehelai bnenangpun seakan akan menantang untuk diberi kehangatan olehku."Lepaskan pakaiannmu Sonnn..!"Ibu Linda berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya."Ayooo.. cepat dong..! Aku udah gatel nich.. ohhh.."Ibu Linda mendesah tidak sabar.Agen Domino99

Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena malu."Sonnn.. letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohhh..!"pintanya lagi. Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada Ibu Linda yang turun naik. Tanganku kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Ibu Linda yang super montok itu."Oohhh... enakk.., ohhh... remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang.."desahnya.Domino Online

Dengan semangat aku melakukan apa yang dia katakan. Lama-lama aku jadi tidak tahan, lalu,"Ibu.. boleh Saya hisap susu Ibu..?"Ibu Linda tersenyum mendengar pertanyaanku, dia berkata sambil menunduk,"Boleh Sayang... lakukan apa yang Kamu suka.."Tubuh Linda menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yang sekarang mulai garang itu di susunya.Agen Poker

"Oohhh... jilat terus Sonnn..! Ohhh..."desah Ibu Linda sambil tangannya mendekap erat kepalaku ke payudaranya. Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutnya tanpa kusadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapanku semakin keras, bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit ringan putingnya yang ohhh.Agen QQ

"Mmm... nakal Kamu..."Ibu Linda tersenyum merasakan tingkahku yang semakin"Jozzz"itu. Lalu aku duduk di antara kedua kaki Ibu Linda yang telah terbuka lebar, sepertinya sudah siap tempur. Ibu Linda kemudian menyandarkan punggungnya pada dinding di belakangya."Ayo, sekarang Kamu rasakan memekku..!

"ia membimbing telunjukku memasuki liang senggamanya."Hangat, lembab, sempit sekali Bu..."kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya."Sekarang jilat'kontol kecil'-ku..!"katanya. Pelan-pelan lidahku mulai menjilat klitoris yang mulai menyembul tinggi sekali itu.BandarQ Online

"Terus.. ooohhh.. ya.. jilat.. jilat. Terus.. ohhh..."Ibu Linda menggerinjal-gerinjal keenakan ketika kelentitnya dijilat oleh mulutku yang mulai asyik dengan tugasnya."Gimana.., enak ya Bu..?"aku tersenyum sambil terus menjilat."Oohh.. Soonnn..."tubuh Ibu Linda telah basah oleh peluh.

pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan. Lidahku semakin berani mempermainkan kelentit Ibu Linda yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanannya akan segera jebol. Dan aku akan unggul 1-0, ee... emangnya main bola. Lalu,"Oooaaahhh... Sooonnn..!

"Tangan Ibu Linda mencengkeram pundakku yang kokoh bagaikan tembok raksasa di China, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya mulai menegang, dan muncratlah'lahar'Ibu Linda di mulutku. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah kuberikan.

Hmmm... Kamu sungguh lihai Soonnn... Sekarang coba gantian Kamu yang berbaring..."katanya. Aku menurut saja. Batang kejantananku segera menegang ketika merasakan tangan lembut Ibu Linda yang mulai mempermainkan senjata keperkasaanku."Wah.. wahh... besar sekali. Oh my god... Ohhh..."tangan Ibu Linda segera mengusap-usap batang keperkasaanku yang telah mengeras tersebut.

Segera saja benda besar dan panjang itu mulai berdenyut-denyut dan dimasukkan ke mulut Ibu Linda. Dia segera menjilati batang kemaluanku itu dengan penuh semangat. Kepala kejantananku itu dihisapnya keras-keras hingga aku jadi merintih keenakan."Ahhh... enakkeee.. rekkk..!"aku tanpa sadar menyodokkan pinggulku untuk semakin menekan senjata keperkasaanku agar makin ke dalam mulut Ibu Linda yang telah penuh oleh batang kejantananku.

Gerakanku makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Ibu Linda."Ooohhh Bu.. oohhh.. mulut Ibu memang sakti.. ohhh.. I?m coming... ohhh..."Muncratlah laharku di dalam mulut Ibu Linda yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas.. tas.. tas.. plass.

"Hmmmm... agak asin rasanya Son punyamu.., tapi enak kok..."Ibu Linda masih tetap menjilati kemaluanku yang masih tegak bagaikan tugu Monas di Jakarta, menara Piza di Italy, menara Eiffel di Paris."Sebentar ya.., Aku mau minum dulu.."katanya setelah selesai menjilati batang kejantananku. Ketika Ibu Linda sedang membelakangiku sambil menenggak air putih dari kulkas.

Aku melihat body yang wuih dan itu ohhh, pantat yang bulat. Aku memang suka pantat yang bulat dan menantang. Aku tidak tahan cuma melihat dari jauh, lalu aku berdiri dan berjalan menghampirinya, lalu mendekapnya dari belakang."Sonnn.. jangan nakal dong, biar Ibu minum dulu..!"katanya manja."Aku tidak tahan melihat pantat ibu yang bulat dan menantang itu.

"kataku tak sabaran."Kamu suka pantatku, kalau gitu Kamu tentu mau kalau nanti pantatku mendapat giliran untuk Kamu obok-obok, bagaimana Son..? Mau ngobok-ngobok pantat Ibu..?"tanyanya. Aku terima tantangannya."Ohhh.., memang benar-benar wuihhh..."aku berkata sambil mengelus-elus pantat Ibu Linda. Lalu aku jongkok agar dapat jelas melihat, kusentuh lembut pantat itu dengan tanganku.

Terus kucium, kuelus lagi, kucium lagi terus kujilat, lalu kubuka belahan pantat itu. Ohhh.., terhampar pemandangan indah dengan bau yang khas, lubang yang sempit, lebih sempit dari yang di depan dan sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu yang lumayan lebat.

Lalu kujulurkan jari telunjukku ke lubang yang sempit itu. Waktu aku coba memasukkan jariku ke lubang itu, terdengar jeritan kecil Ibu Linda."Son.., jangan keras-keras ya, nanti sakit.. lho..."Lalu aku mulai memasukkan step by step. Waktu jariku menembus lubang itu sepertinya tanganku mau disedot masuk ke dalam."Lubang Ibu nakal juga ya, masa jariku mau dimakan juga..?""Akhhh... Kamu nakal dech.., ohhh Son.. coba sekarang Kamu jilat ya..?"pintanya.

Lalu kutarik jariku dari dalam lubang itu, lalu aku mulai menjilati lubang itu ehhmm.., lumayan juga rasanya, asin-asin gurih. Sementara itu, Ibu Linda terdengar merintih keenakan. Lama-lama aku tidak sabar, dan terus kuberdiri dan tanpa basa-basi, aku langsung membalikkan badannya. Terus kulahap gundukan-gundukan daging di dada Ibu Linda dengan nikmat.

Sementara itu, Ibu Linda mulai mendesah-desah dan menggelinjang. Kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam. Goyangan-goyangan lidahku yang terus menjilati puting susu Ibu Linda yang tinggi dan lancip begitu bertubi-tubi tanpa henti.

Ibu Linda menggerinjal-gerinjal dengan keras."Aaahh... uuuhhh... uuuhhh..."desahan-desahan kenikmatan semakin banyak bermunculan dari mulut Ibu Linda. Geliat-geliatan tubuhnya semakin menjadi-jadi karena merasa sensasi yang luar biasa akibat sentuhan-sentuhan mulut dan lidahku pada ujung syaraf sensitif di payudaranya.

Urat-urat membiru pun mulai menghiasi dengan jelas seluruh permukaan payudara yang super montok itu. Masih dengan mulutku yang tetap berpetualang di dada Ibu Linda yang juga masih menggelinjang, aku membopong Ibu Linda ke kamar.

Kujatuhkan tubuh Ibu Linda di atas kasur spring bed yang sangat empuk. Saking keras jatuhnya, tubuhnya yang aduhai itu sempat terlontar-lontar sedikit sebelum akhirnya tergolek pasrah di atas ranjang itu. Setelah itu, Ibu Linda tetelentang di kasur dengan kaki-kakinya yang jenjang terjulur ke lantai.

Tubuh bugilnya yang putih dan mulus beserta payudara yang montok dengan puting susu nan tinggi yang teronggok kokoh di dadanya, memang sebuah pemandangan yang amat menawan hati. Lalu aku berlutut di lantai menghadap selangkangan Ibu Linda. Kurenggangkan kedua kakinya yang menjejak di lantai. Dengan begitu aku dapat memandang langsung ke arah selangkangannya itu.Bersambung..


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ayo Gabung dan Dapatkan Bonus Referral senilai 10% - 20% dan Bonus Cashback 0.5% Hanya di 


WWW.PROMODOMINO.COM

------------------------------------------------------------------

Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Contact Dibawah Ini :

Pin BB : 7AB0D494
YM     : promodomino@yahoo.com
Wechat : promo_domino
Skype  : promodomino
facebook : Promodomino.com



Ceritadewasakami.com - Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Birahi, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Bokep Indo

0 comments:

Posting Komentar