PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
Home » , , , , » Pengalaman Seks Pertamaku (Part 2) | CeritaDewasaKami

Pengalaman Seks Pertamaku (Part 2) | CeritaDewasaKami

Written By Melisa Chen on Rabu, 27 Juli 2016 | 22.53.00

Pengalaman Seks Pertamaku (Part 2)




PROMODOMINO.COM | Agen Domino | Agen Domino99 | Domino Online | Agen Poker | Agen QQ | BandarQ Online



Sepertinya di belakang kami bisa dengan leluasa saling berpelukan. Baju kemejaku sudah dilepas oleh Roni dan yang tertinggal hanya BH yang masih menggantung di lenganku. Reitsleting celana Roni sudah terbuka dan tiba-tiba Roni menurunkan celananya dan terlihat jelas ada tonjolan di dalam celana dalam Roni. Dan Roni menurunkan celana dalamnya.Agen Domino


Terlihat jelas sekali penis Roni yang besar dan berwarna kecoklatan. Ditariknya tanganku untuk memegang penisnya. Dan aku tidak melepaskan kesempatan tersebut. Roni masih terus menjilati susuku dan sekali-kali Roni menggigit puting susuku.

“Roni, teruskan ya… jilat aja Roni, sesukamu..” desahku tak karuan.

Sementara aku masih terus memegang penis Roni. Dan sepertinya Roni makin bernafsu dengan permainan seksnya. Akhirnya Roni sudah tidak tahan lagi.

“May, kamu isap punyaku ya… mau nggak?”

“Isap bagaimana..”

“Tolong keluarin punyaku di mulutmu.”

Sebenarnya aku masih bingung, tapi karena penasaran apa yang dimaui Roni, maka aku menurut saja apa permintaannya. Dan Roni merubah posisi duduknya, Roni menurunkan kepalaku hingga aku berhadapan langsung dengan kepunyaan Roni.Agen Domino99

“Roni, besar sekali punyamu.”

“Langsung aja may, aku sudah tidak tahan..”

Aku langsung mengulum pelan-pelan kepunyaan Roni. Inilah pertama kali aku melihat, memegang dan mengisap dalam satu waktu. Aku menjilati dan kadang kutarik dalam mulutku kepunyaan Roni. Sekali-kali kujilati dengan lidahku.

Dan sekali-kali juga kujilati dan kuisap buah kepunyaan Roni. Aku memang menikmati yang namanya penis. Mulai dari atas turun ke bawah. Dan kuulangi lagi seperti itu. Dan kepala penis kepunyaan Roni aku jilatin terus. Ah… benar-benar nikmat.Domino Online


Sekitar lima menit aku menikmati permainan punya Roni, tiba-tiba, Roni menahan kepalaku dan menyuruhku mengisap lebih kuat. “Terus May, jangan berhenti, terus isap yang kuat, aku sudah tidak tahan lagi..” Dan tidak lama setelah itu, Roni mengerang keenakan dan tanpa sadar, keluar cairan berwarna putih dari penis Roni. Apakah ini yang namanya sperma, pikirku.

Dalam keadaan masih keluar, aku tidak bisa melepaskan penis Roni dari mulutku, aku terus mengisap dan menyedot sperma yang keluar dari penis Roni. Ah… rasa dan aromanya membuatku ingin terus menikmati yang namanya sperma.Agen Poker

Aku pun tidak bisa melepaskan kepalaku karena ditahan oleh Roni. Aku terus melanjutkan isapanku dan aku hanya bisa melebarkan mulutmu dan sebagian cairan yang keluar tertelan di mulutku. Dan RoniRoni kelihatan sudah enak sekali dan melepaskan tangannya dari kepalaku.

“May, aku sudah keluar, banyak ya..”

“Banyak sekali Roni, aku tidak sanggup untuk menelan semuanya, karena aku belum biasa.”

“Tidak apa-apa May..”

Kemudian Roni mengambil cairan yang terbuang di sekitar penisnya dan menaruh ke susuku. Aku pun memperhatikan kelakuan Roni. Dan Roni mengelus-elus susuku. Akhirnya jam sudah tepat jam 11 malam. Dan aku diantar oleh Roni tepat jam 11 lewat 35 menit.Agen QQ

Karena besoknya kami berjanji akan ketemu lagi. Malamnya entah mengapa aku sangat sulit sekali tidur. Karena pengalamanku yang pertama membuatku penasaran, entah apa yang akan kulakukan lagi bersama Roni esoknya.Dan, malam itu aku masih teringat akan penis Roni yang besar dan aroma sperma serta ingin rasanya aku menelan sekali lagi. Ingin cepat-cepat kuulangi lagi peristiwa malam itu.

Besoknya dengan alasan ada pertemuan panitia perpisahan, aku akhirnya bisa keluar rumah.Akhirnya sesuai jam yang sudah ditentukan, Roni menjemputku dan Roni membawaku ke suatu tempat yang masih teramat asing buatku.

“Tempat apa ini Roni,” tanyaku.

“May, ini tempat kencan, daripada kita kencan di mobil lebih bagus kita ke sini aja, dan lebih
aman dan tentunya lebih leluasa. Kamu mau.”

“Entahlah Roni, aku masih takut tempat seperti ini.”

“Kamu jangan takut, kita tidak keluar dari mobil. Kita langsung menuju kamar yang kita pesan.”
Dan sampai di garasi mobil, kami keluar, dan di garasi itu hanya ada satu pintu. Sepertinya pintu itu menuju ke kamar.BandarQ Online

Benar dugaanku. Pintu itu menuju ke kamar yang sudah dingin dan nyaman sekali, tidak seperti yang kubayangkan. Terlihat ada kulkas kecil, kamar mandi dengan shower, dan TV 21, dan tempat tidur untuk kapasitas dua orang.

“Maya, kita santai di sini aja ya… mungkin sampai sore atau kita pulang setelah magrib nanti, kamu mau..” pinta Roni.

“Aku setuju saja Roni, terserah kamu.”

Setelah makan siang, kami ngobrol-ngobrol dan Roni membaringkan badanku di tempat tidur. “May, kamu mau kan melakukannya sekali lagi untukku.” Aku setuju. Sebenarnya inilah yang membuatku berpikir malamnya apa yang akan kami lakukan berikutnya.

Roni berdiri di depanku, dan melepaskan kancing kemejanya satu persatu, dan membuka celana panjang yang dipakainya. Terlihat sekali lagi dan sekarang lebih jelas lagi kepunyaan Roni daripada malam kemarin. Ternyata kepunyaan Roni lebih besar dari yang kubayangkan. Dan, dalam sekejap Roni sudah terlihat bugil di depanku.

Roni memelukku erat-erat dan membangunkanku dari tempat tidur. Sambil mencium bibirku, Roni menarik ke atas baju kaos ketat yang kupakai. Dan memelukku sambil melepaskan ikatan BH yang kupakai. Dan pelan-pelan tangan Roni mengelus susuku yang sudah keras.

Dan lama -kelamaan tangan Roni sudah mencapai reitstleting celanaku dan membuka celanaku. Dan menurunkan celana dalamku. Aku masih posisi berdiri, dan Roni jongkok tepat di depan vaginaku. Roni memandangku dari arah bawah. Sambil tangannya memeluk pahaku.

“May, bodi kamu bagus sekali.”

Roni sekali lagi memperhatikan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat dan menciumi aroma vaginaku.

“May, seandainya hari ini perawanmu hilang, kamu bagaimana.”

“Terserah kamu Roni, aku tidak peduli tentang perawanku, aku ingin menikmati hari ini, denganmu berdua, dan aku kepengen sekali melakukannya denganmu..”

Akhirnya aku pasrah apa yang dilakukan oleh Roni. Kemudian Roni meniduriku yang sudah tidak memakai apa-apa lagi. Kami sudah sama-sama bugil. Dan tidak ada batasan lagi antara kami. Roni bebas menciumiku dan aku juga bebas menciumi Roni.

Kami melakukannya sama-sama dengan nafsu kami yang sangat besar. Baru pertama kali ini aku melakukannya seperti hubungan suami istri. Roni menciumi seluruh tubuhku mulai dari atas turun ke bawah. Begitu bibir Roni sampai di vaginaku yang sudah sangat basah, terasa olehku Roni membuka lebar vaginaku dengan jari-jarinya.

Ah… nikmat sekali. Seandainya aku tahu senikmat ini, ingin kulakukan dari dulu. Ternyata Roni sudah menjilati klitorisku yang panjang dan lebar. Dengan permainan lidahnya di vaginaku dan tangan Roni sambil meremas susuku dan memainkan putingku, aku rasanya sudah sangat enak sekali. Sepertinya tidak kusia-siakan kenikmatan ini tiap detik. Roni sekali-kali memasukan jarinya ke vaginaku dan memasukkan lidahnya ke vaginaku.

Akhirnya dengan nafsu yang sudah tidak bisa kutahan lagi, kukatakan pada Roni. “Roni, masukkan punyamu ke punyaku ya… masukannya pelan -pelan,” pintaku. Roni lalu bangkit dari arah bawah. Dan menciumi bibirku. “May, kamu sudah siap aku masukkan, apa kamu tidak menyesal nantinya.” “Tidak Roni, aku tidak menyesal. Bersambungg ..


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ayo Gabung dan Dapatkan Bonus Referral senilai 10% - 20% dan Bonus Cashback 0.3% - 0.5% Hanya di 


WWW.PROMODOMINO.COM

------------------------------------------------------------------

Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Contact Dibawah Ini :

Pin BB : 7AB0D494
YM     : promodomino@yahoo.com
Wechat : promo_domino
Skype  : promodomino
facebook : Promodomino.com


Ceritadewasakami.com - Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Birahi, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Bokep Indo

0 comments:

Posting Komentar