PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
KeranjangBokep
Layar Seks

Nikmatnya Darah Perawan ABG SMP (Part 1) | CeritaDewasaKami

Written By Melisa Chen on Sabtu, 16 Juli 2016 | 22.58.00

Nikmatnya Darah Perawan ABG SMP (Part 1)


video



Tiba- tiba Kring.. Kring.. HP-ku berbunyi. Siang itu aku berada di kantor sedang membaca surat-surat dan dokumen yang barusan dibawa sekretarisku LIA, untuk aku tanda tangani. Kulihat di layar handphone ku tampak sebuah nomor telepon yang sudah kukenal.Agen Domino


“Hello.. Susi.. Apa kabar” sapaku.

“Hi.. Pak Roni.. Kok udah lama nih nggak kontak Susi”

“Iya habis sibuk sih” jawabku sambil terus menandatangani surat-surat di mejaku.

“Ini Pak Roni.. Ada barang bagus nih..” terdengar suara susi di seberang sana.

Susi ini memang kadang-kadang aku hubungi untuk menyediakan wanita untuk aku suguhkan pada tamu atau klienku. Memang terkadang untuk menggolkan proposal, perlu adanya servis semacam itu. Terkadang lebih ampuh daripada memberikan uang di bawah meja.Agen Domino99

“Bagusnya gimana Dit?” tanyaku penasaran.

“Masih anak-anak Pak.. Baru 15 tahun. Kelas 3 SMP. Masih perawan, bener-bener gadis virgin”

Mendengar hal itu langsung senjataku berontak di sarangnya. Memang sering aku kencan dengan wanita cantik, ABG atupun istri orang. Tetapi jarang-jarang aku mendapatkan yang masih perawan seperti ini.

“Cantik nggak?” tanyaku

“Cantik dong Pak.. Tampangnya innocent banget. Bapak pasti suka deh..” rayu Mami Susi ini.

Setelah itu aku tanya lebih lanjut latar belakang gadis itu. Namanya Tari, anak keluarga ekonomi lemah yang perlu biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya lagi sehabis SMP nanti, sehingga setelah dibujuk Susi, dia mau melakukan hal ini.Domino Online

“Minta berapa Dit? ” tanyaku

“Murah kok Pak.. cuma lima juta”

Wah.. Pikirku. Murah sekali.. Aku pernah dengar ada orang yang beli keperawanan sampai puluhan juta. Singkat kata, akupun setuju dengan tawaran Susi. Aku berjanji untuk menelponnya lagi setelah aku sampai di lokasi nanti.

“Lia.. Ke sini sebentar” kutelpon sekretarisku yang sexy itu. Tak lama Lia pun masuk ke ruanganku. Sambil tersenyum manis dia pun duduk di kursi di hadapanku.Agen Poker

“Ada apa Pak Roni?” tanyanya sambil menyilangkan kakinya memamerkan pahanya yang putih.

Belahan buah dadanya tampak ranum terlihat dari balik blousenya yang agak tipis. Ingin rasanya aku nikmati dia saat itu juga, tetapi aku lebih ingin menikmati perawan yang ditawarkan Susi. Toh masih ada hari esok untuk Lia, pikirku.

“Saya perlu uang lima juta untuk entertain klien. Tolong minta ke bagian keuangan ya” kataku.

“Baik Pak” jawabnya.

“Ada lagi yang bisa saya bantu Pak Roni..?” Lia berkata genit sambil menatapku menggoda.

“Nggak.. Mungkin lain kali Lia.. Saya sibuk banget nih” kataku pura-pura.

Aku tak ingin staminaku habis sebelum bertempur dengan Tari, anak SMP itu. Liapun beranjak pergi dengan raut muka kecewa, dan tak lama dia kembali membawa uang yang aku minta beserta slip tanda terima untuk aku tandatangani.Agen QQ

“Nanti kalau perlu lagi, panggil Lia ya Pak” katanya masih mengharap.

“Baik Lia.. Saya pergi dulu sekarang. Jangan telepon saya kecuali ada emergency ya” jawabku sambil mengemasi laptopku.

Tak lama akupun sudah meluncur dengan Mercy kesayanganku menuju hotel di kawasan Semanggi. Akupun cek in di hotel yang berdekatan dengan plaza yang baru dibangun di daerah itu. Setelah mendapatkan kunci akupun bergegas menuju kamar suite di hotel itu.

Setiba di kamar, kutelpon Susi untuk memberitahukan lokasiku. Dia berjanji untuk datang sekitar satu jam lagi. Sambil menunggu kunyalakan TV dan menonton siaran CNN di ruang tamu kamarku. Sedang asyik-asyiknya melihat berita perang di Irak tiba-tiba HP-ku berbunyi.BandarQ Online

“Sialan Lia. Aku khan sudah bilang jangan telepon.” pikirku sambil mengangkat telepon tanpa melihat caller ID-nya.

“Halo. Pak Roni.. Ini Santi” kata suara di seberang sana. Santi ini adalah istri dari Pak Arief, manajer keuangan di kantorku.

“Oh Santi.. Aku pikir sekretarisku. Ada apa San?”

“Nggak Pak Roni.. Cuma kangen aja. Pengin ketemu lagi nih Pak.. Aku pengin ulangi kejadian yang di pesta dulu itu. Bisa ketemuan nggak Pak hari ini?”

“Wah.. Kalau hari ini nggak bisa San.. Aku sedang di tempat klien nih” jawabku mengelak.

“Khan minggu depan suamimu sudah pergi.. Jadi kita bisa puas deh nanti seharian” lanjutku.

“Habis Santi udah kangen banget Pak..” rengeknya.

“Sabar ya sayang.. Tinggal beberapa hari lagi kok” hiburku.

“OK deh.. Sorry kalau mengganggu ya Pak” katanya menyudahi pembicaraan.

Wah, ternyata dia sudah tak sabar kepengin aku kencani, pikirku. Mungkin baru pertama dia bertemu dengan laki-laki jantan sepertiku di pesta perkawinan dulu. Kemudian aku telepon Lia untuk menanyakan kepastian kepergian Pak Arief ke Singapore, yang dijawab bahwa semuanya sudah confirm dan Pak Arief akan berangkat tiga hari lagi.

Setelah satu jam setengah aku menunggu, terdengar bunyi bel kamarku. Kubuka pintu kamarku dan tampak Susi bersama seorang gadis belia, Tari.

“Maaf Pak Roni. Tadi Tari baru pulang dari latihan pramuka di sekolahnya” alasan Susi. Mungkin tampak di wajahku kalau aku kesal menunggu mereka.

“OK nggak apa.. Ayo masuk” kataku sambil memperhatikan Tari.

Hari itu dia mengenakan tanktop yang memperlihatkan bahunya yang putih mulus. Juga rok mini jeans yang dikenakan menambah cantik penampilannya. Tubuhnya termasuk bongsor untuk anak seusia dirinya. Dari balik tanktopnya tersembul buah dadanya yang baru tumbuh. Yang membuat aku kagum adalah wajahnya yang cantik dan terkesan innocent.

“Tari.. Ini Oom Roni” kata Susi memperkenalkanku padanya.

Kuulurkan tanganku dan disambutnya sambil berkata lirih, “Tari..”

Kemudian kami bertiga duduk di sofa, dengan Tari duduk disamping sedangkan Susi berhadapan denganku. Kurengkuh pundak Tari dengan tangan kiriku, sambil kuelus-elus sayang.

“Gimana Pak.. OK khan” Susi bertanya

“OK.. Kamu jemput lagi aja nanti” jawabku sambil mengelus dan meremas lengan Tari yang mulus itu gemas.

Setelah itu Susi pamitan, tentu saja setelah menerima pembayarannya.

“Kamu lapar nggak Tari? Kita pesan makanan dulu yuk” saranku.

Dia hanya menganggukkan kepalanya. Sekarang memang sudah waktunya makan malam, dan aku tak mau staminaku tidak prima hanya karena perutku yang lapar. Apalagi ternyata gadis yang dibawa Susi ini cantik sekali.

“Pesan apa?” tanyaku sambil memberikan room service menu padanya.

“Nasi goreng aja Oom”

“Minumnya?”

“Minta susu boleh Oom?” jawabnya.

Langsung aja aku pesan beefsteak dan bir untukku, dan nasi goreng serta susu untuk Tari. Sambil menunggu pesanan datang, kamipun menonton TV.

“Channelnya Tari ganti ya Oom” katanya sambil mengambil remote.

“Oh ya.. Oom juga bosen lihat perang terus” jawabku sambil mengagumi keindahan Tari.

Setelah dia duduk, kuelus-elus rambutnya yang berpita dan panjangnya sebahu itu. Tari kemudian mengubah channel TV ke channel Disney. Rupanya dia suka menonton film kartun. Maklum masih anak-anak, pikirku. Bersambung ..


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ayo Gabung dan Dapatkan Bonus Referral senilai 10% - 20% dan Bonus Cashback 0.3% - 0.5% Hanya di 


WWW.PROMODOMINO.COM

------------------------------------------------------------------

Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Contact Dibawah Ini :

Pin BB : 7AB0D494
YM     : promodomino@yahoo.com
Wechat : promo_domino
Skype  : promodomino
facebook : Promodomino.com


0 comments:

Posting Komentar