PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino

Mesranya Desahan Seks Lita (Part 1) | CeritaDewasaKami

Written By Melisa Chen on Sabtu, 23 Juli 2016 | 22.51.00

Mesranya Desahan Seks Lita (Part 1)




PROMODOMINO.COM | Agen Domino | Agen Domino99 | Domino Online | Agen Poker | Agen QQ | BandarQ Online


Lita, berusia 22 tahun. Dia adalah sahabat baik Ria. Posturnya 165 cm/50 kg. Payudaranya berukuran 34B. Orangnya hitam manis, rambutnya agak ikal. Matanya tajam setiap kali berbicara seakan-akan menyelidiki isi hati lawan bicaranya.Agen Domino


Bibirnya penuh, tidak tebal, tidak tipis, sangat seksi. Menurutku, bagian terseksi dari Lita ada pada bibirnya. Sangat menggoda untuk dikecup, dicumbu dan dicium sepuasnya. Apalagi kalau Lita menggunakan lip gloss agar membuat bibirnya selalu tampak basah. Benar-benar menggoda. Wajahnya sangat innocent alias bertampang tak punya dosa, tampak lugu sekali.


Tapi jangan salah, di balik wajahnya yang imut, ada nafsu yang membara. Ada hasrat seks yang selalu menggebu. Tiada hari baginya tanpa memikirkan sex. Aku mengetahuinya setelah Lita berterus terang padaku apa yang dia rasakan. Lita bercinta pertama kali di kelas 3 SMP, pada saat usianya masih 15 tahun. Sejak usia 12 tahun, dia sudah melakukan masturbasi dan lalu pacar pertamanya mendapatkan kegadisannya. Lita tidak pernah menyesali setiap momen seksualnya. Dia selalu menikmatinya.Agen Domino99

Suatu hari aku menerima SMS dari nomor handphone Ria..

"Hai Boy.. Lagi ngapain? Aku Lita. Kenalin yah! Aku sahabatnya Ria. Aku pengen kenal denganmu. Kalau kamu bersedia, hubungi aku di nomor 081xx ya! Thanks" Aku segera membalasnya. Tetapi melalui nomor Ria.

"Hai Lita.. Kamu sekarang dengan Ria? Mana si Ria? Aku mau dia SMS aku" Saat itu aku lebih ingin bertemu Ria karena aku sudah lama tidak bertemu dengannya.

"Ria lagi mandi. Boy, kamu SMS di hape-ku saja ya" Balas Lita.

Yah, aku tahu kebiasaan Ria. Kalau mandi lama sekali. Boros air, boros sabun, boros shampoo, boros listrik, boros waktu.. Pokoknya boros. Tidak percaya? Bayangkan, dia mandi selama 45-60 menit! Ria sendiri yang bercerita padaku. Aku sampai terheran-heran.Domino Online

Atau aku saja yang kurang pengetahuan tentang lamanya wanita mandi ya? Dibandingkan dengan lama mandiku yang hanya 10 menit, si Ria jauh lebih lama. Akhirnya aku memutuskan untuk ber-SMS dengan Lita saja.

"Ada apa kok minta SMS di HP-mu? Kan sama aja di HP-nya Ria..?" tanyaku.

"Ah.. Biar lebih privacy saja. Boy, gila.. Ria udah cerita tentang apa yang kalian lakukan di kamar ini!" Aku jadi terkejut. Wah, Si Ria suka membocorkan rahasia rupanya. Tapi aku jadi maklum pada saat mengingat bahwa si Lita ini memang sobat baiknya. Ya, tidak apalah.Agen Poker

"Cerita apa lagi? Dia puas nggak?" tanyaku pada Lita.

"Puas, man! Katanya lo jago banget kissing-nya. Jago banget foreplay-nya! Jangan kepala besar ya!", jawabnya.

"Wah.. Kalau kepala besar sih enggak. Kalo penis besar iya.. Haha.." balasku usil.

"Tapi katanya lo ga tahan lama ya? Ga lama lo udah keluar ya?" Bum!! Aduh malunya aku. Si Ria, tega-teganya pengalaman pertamaku diceritakan begitu.

"Ah, itu kan ML pertamaku. Wajar dong aku gak tahan lama. Kalau sekarang sih udah jago!" balasku membela diri. Cowok mana yang rela dikatakan tidak tahan lama?

"Ah yang bener.. Sekarang udah tahan lama nih?" goda Lita. Aku jadi penasaran dengan si Lita ini.Agen QQ

"Emangnya kamu sendiri udah berani ML?" pancingku.

"Yah, elo.. Boy. Ya udahlah! Gue terus terang aja ama lo. Gue suka banget tahu!"

Perkataan si Lita membuat penisku ereksi. Keterusterangannya sangat langka kutemui. Biasanya wanita akan menutupi hasratnya. Apalagi pada cowok yang baru pertama ditemuinya. Tapi si Lita ini.. Berani sekali!
"Oh ya? Paling lo omong kosong doank.." pancingku lebih jauh.

"Hehe.. Lo mancing gue ya, Boy? Gak usah gitu.. Ntar malam telepon gue ya!"

Siang sampai malam aku bekerja sambil sesekali memikirkan Lita. Dunia ini memang luas, penuh keunikan. Dulu, hanya membicarakan hal yang berbau seksual saja sangat tabu. Tapi sekarang dengan kebebasan media, dengan kecepatan informasi yang hampir tanpa filter, siapa pun bisa mencari dan mendapatkan apa saja yang ia inginkan termasuk sex. Informasi tentang sex bisa dengan sangat mudah didapatkan di internet.BandarQ Online

Tak heran dalam waktu singkat, budaya 'sex itu tabu' telah terkikis.

Aku sangat yakin bahwa wanita seperti Lita, yang sangat menikmati sex, sangat banyak di Indonesia, tetapi hanya sedikit yang berani berkata, "Ya, saya suka dan menikmati sex". Tetapi lambat laun, aku percaya bahwa jumlah wanita seperti Lita akan semakin berkembang.

Malamnya aku menelepon Lita. Kami berbicara banyak hal. Tapi memang pembahasan utama kami adalah sex. Lita mengakui dirinya hipersex. Tetapi dia tidak suka berganti-ganti pasangan. Dia punya pasangan tetap. Frekuensinya saja yang sering. Hampir setiap hari Lita bercinta. Gila.., aku bayangkan pasti lelah sekali setiap hari bercinta. Lalu kami pun membuat janji untuk bertemu di rumahnya.

Dari rumah aku mandi, menggosok gigi, menyiapkan dua buah kondom, handheld desinfectant dan merapikan bulu-bulu di wajahku. Aku memang tidak suka memelihara kumis dan jenggot. Kurang bersih kesannya. Walaupun kucukur habis, tetap saja terlihat kalau aku berbakat punya kumis.

Justru terlihat seksi, kata Ria dan Ita. Dengan sedikit parfum, kaos putih bersih dan jeans biru, aku berangkat ke rumah Lita. Di sepanjang perjalanan aku menebak-nebak setangguh apa Lita, bagaimana aksinya di ranjang. Apakah agresif, pasif atau jangan-jangan suka yang aneh-aneh di atas ranjang seperti menyakiti dan disakiti?

Memikirkan Lita dan perilaku sex-nya membuat penisku berdenyut-denyut. Di bayanganku sudah menari-nari sosok wanita telanjang yang akan bercinta denganku. Yang akan kugumuli, yang akan kucumbu, kenikmati sepuasnya. Ah.. sebentar lagi aku akan bercinta.. Sebentar lagi aku akan menghunjamkan penisku ke vagina Lita. Sebentar lagi..

Lita tinggal serumah dengan neneknya. Orang tuanya bekerja di luar negeri. Sewaktu aku datang, neneknya sedang pergi. Pembantunya sedang menyeterika baju sambil menonton televisi. Lita menemuiku dengan memakai celana pendek dan kaos you can see. Seksi sekali.

Darahku berdesir setelah menyadari bahwa Lita tidak memakai bra. Wah.., jangan-jangan dia tidak pakai celana dalam juga, pikirku. Lita segera menggandeng tanganku dengan mesra. Matanya melirikku nakal. Busyet nih anak, menggemaskan sekali, pikirku lagi.

"Udah makan, Say..?" tanyanya sambil jarinya menohok lembut perutku.

"Hm.. Udah. Kamu?" jawabku. Aku meremas jarinya.

"Ouch.. Kok diremas sih? Kalau yang ini udah makan?" tanyanya sambil mengayunkan tangannya menyentuh penisku dengan cepat. Ugh.., penisku bereaksi. Lita ini pintar sekali menggodaku. Aku tertawa ringan. Memang penisku belum 'makan' cukup lama.

"Kita masuk kamarku aja yuk.. Ada televisi di kamar" ajak Lita. Aku melirik pembantu Lita yang juga sedang melihatku. Kulihat pembantu Lita tersenyum padaku sambil terbatuk-batuk. Wah, sudah tahu gelagat dia rupanya, pikirku.

Kamar Lita cukup luas. Ada televisi, lemari es, AC dan kamar mandi. Mirip dengan kamar hotel. Aku menarik nafas panjang membayangkan kenikmatan yang sebentar lagi aku peroleh.

"Hayo.. Mikir apa?" goda Lita sambil memelukku dari belakang.

Pintu telah terkunci. Kurasakan kamar Lita sangat dingin karena AC. Pelukan Lita terasa hangat di punggungku. Bahaya sekali.. Dengan segala godaan dan stimulasi yang dilakukan Lita, membuat pikiranku sudah penuh dengan fantasi sex. Sangat berbahaya karena jika fantasi itu aku ikuti terus, aku akan mudah dikalahkan Lita nantinya. Aku berusaha rileks menenangkan pikiranku. Aku berusaha tenang.

"Gak mikir apa-apa kok.. Kamu sendiri mikir apa?" tanyaku. Aku mengambil remote dan menyalakan televisi. Kubaringkan tubuhku di atas ranjang. Spring bednya enak sekali. Sambil memeluk guling aku acuhkan Lita. Aku memilih menonton TV. Lita ikut berbaring di sampingku.

"Aku mikirin kamu Boy.. Sejak tadi malam aku gelisah" bisik Lita.

Lita sengaja membisikkan kata-kata itu di telingaku hingga membuat telingaku merinding. Ugh.., Lita menjilat telingaku! Aku sangat sensitif di telinga, sehingga jilatannya di telingaku seketika membangkitkan birahiku. Mataku refleks memandangnya.

Lalu Lita menciumku. Bibirnya yang seksi itu melumat-lumat bibirku. Oh.., dia tidak juga berhenti. Terus menerobos masuk, menghisap bibirku. Lidahnya menari-nari di rongga mulutku, mencari lidahku yang juga mulai menggeliat. Aku mulai meresponsnya. Kubalas hisapannya. Kubalas jilatannya. Kubalas dengan penuh semangat.

Aku menyukai cara Lita menciumku. Tegas dan kuat sekali cumbuannya. Caranya memadukan bibirnya yang penuh dengan lidahnya yang lincah menunjukkan pengalamannya dalam bercumbu. Nikmat sekali ciumannya. Nafasnya juga menunjukkan ketenangannya.

Lita tidak terburu-buru tetapi dahsyat dalam mencumbu. Dia mampu mengatur nafasnya dengan luar biasa. Hembusan nafasnya semakin menghangatkan suasana. Apalagi matanya tidak pernah terpejam. Dia menatapku terus dengan berani.

Aku melepaskan ciuman kami lalu bangkit berdiri dan minum. Aku harus mengatur ritme karena penisku sudah mau meledak rasanya. Aku sangat terangsang karena itu aku harus menenangkan diri. Baru minum seteguk, Lita sudah merengkuhku kembali, membaringkanku dan aku ditindihnya. Lita kembali mencumbuku dengan tubuhnya di atas tubuhku.

Luar biasa, Lita semakin berani. Ciumannya semakin kuat dan cepat. Kadang dia menyerbu leherku. Menjilat dan sesekali menggigitku. Kemudian kembali mencium telingaku. Tangannya juga tidak tinggal diam. Menjambak rambutku dan memegang kuat wajahku. Bersambung..


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ayo Gabung dan Dapatkan Bonus Referral senilai 10% - 20% dan Bonus Cashback 0.3% - 0.5% Hanya di 


WWW.PROMODOMINO.COM

------------------------------------------------------------------

Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Contact Dibawah Ini :

Pin BB : 7AB0D494
YM     : promodomino@yahoo.com
Wechat : promo_domino
Skype  : promodomino
facebook : Promodomino.com


Ceritadewasakami.com - Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Birahi, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Bokep Indo

0 comments:

Posting Komentar