PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
KeranjangBokep
Layar Seks
Home » , , , » Main Adegan Panas Sama Kak Susi Yang Cantik (Part 2) | CeritaDewasaKami

Main Adegan Panas Sama Kak Susi Yang Cantik (Part 2) | CeritaDewasaKami

Written By Melisa Chen on Minggu, 03 Juli 2016 | 23.45.00

Main Adegan Panas Sama Kak Susi Yang Cantik (Part 2)




“Oh iya… ****** lu berapa panjang Fan?” tanya Kak Susi tiba-tiba.


“Gak pernah di ukur Kak…” jawabku yang tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti itu.
Namun kemudian gue bangkit dari tempat tidur lalu turun ke lantai dan mengambil penggaris di dalam tas sekolah yang tergatung di dinding. Setelah itu aku turunkan celana pendek serta celana dalam lalu segera mengukur kontolku.


“Waaah… Udah gila lu yeh…” Kak Susi tampak kaget dengan aksi gue yang mengukur ****** di hadapannya.

“14 cm Kak…!” lapor gue sambil cengengesan.

“Ah… Masih kayak anak bocah… Hihihi…” kata Kak Susi datar walaupun gue dapat melihat raut wajahnya yang cukup terkesima.

Setelah itu gue kembali ke pembaringan, namun dengan penampilan sedikit berbeda, yaitu memakai celana pendek namun tanpa menggunakan celana dalam lagi.


“Woi… Pake celana dalamnya dulu sana…” perintah kakak gue.

Aku tidak mau menuruti perkataannya. Bahkan ****** yang tidak juga mau turun itu gue tempelkan pada bokong Kak Susi. Kini posisi gue sudah menindih Kak Susi yang sedang tengkurap sambil membaca majalah.Domino Online

“Eeeh…!! Fan gila lu…!! Lepasin…!! Lepasin gueeee…!!!!”

Gue tidak mempedulikan omongannya. Aku bahkan mulai menggesek-gesek ****** ke bokongnya yang memakai celana pendek super ketat. Sementara tangan gue meremas-remas payudara Kak Susi dari belakang. Mulut gue kini ikut bergerilya ke bagian leher serta wajah Kak Susi. Kakak gue terus berusaha memberontak. Namun ternyata tenaga gue lebih kuat hingga berhasil menguasainya.


Tangannya sudah gue pegang dengan erat, sambil ****** ini terus menggesek bokong bahenol kakak gue.

“Fan… Lepasin dong… Lepasiiiin…!! Gue teriaaak nih…” kakak gue terus menolak namun kali ini dengan tenaga yang sudah hampir habis.

“Jangan dong Kak Susi… Gue kan cuma udah lama penasaran pengen ngerasain yang kayak gini…” jawab gue sambil terus meraba-raba tubuh seksi Kak Susi.


“Irfan… Pleaseee… Ja-jangan entot Kakak… Inget dong gue kan kakak kandung lu Fan…” mohon kakak gue.

Mendengar perkataannya, gue lalu meyakinkan Kak Susi, bahwa gue tidak akan ngentot memeknya. Gue hanya ingin mengesek-gesekkan ****** supaya bisa orgasme. Rupanya Kak Susi mengerti dengan keinginan gue tadi. Dia pun membiarkan tubuhnya jadi objek birahi gue. bahkan ketika gue mengangkat kaos dan membongkar bra miliknya, dia tidak menolak lagi.


Namun penolakan baru terjadi ketika gue berusaha membuka celananya.

“Jangan dong… Entar ketauan Mama sama Papa…” kata Kak Susi.

“Aaah… Palingan mereka udah pada ketiduran abis maen…” ucap gue spontan.

“Sok tau deh lu…!” kata kakak gue.

“Beneran kok…! Mama sama Papa kalo maen hot banget deh Kak…” terang gue.

“Emangnya lu tau?” selidik Kak Susi.

“Iya… Gue pernah liat sekali… Waktu siang-siang, pintu kamar mereka kebuka sedikit… Ya udah gue tonton sampe kelar deh… Hehehe…” jawab gue.

Kak Susi mencubit pelan lengan gue “Kakak juga pernah denger sih waktu mereka maen di kamar mandi… Suara Mama sampe ngejerit-jerit loh…! Tapi itu udah lama banget… Waktu masih SMP…” cerita kakak gue.

Kami pun tertawa bersama namun tidak terlalu keras. Akhirnya Kak Susi mau membuka celananya. Kemudian baju dan bra, sehingga kini hanya menyisakan celana dalam warna putih. Tapi Kak Susi meminta gue untuk mengunci pintu kamar dulu.

“Janji lu fan jangan entot kakak… Nggak boleh…!” ujar Kak Susi mengingatkan.

Aku lalu mengangguk tanda menyanggupi. Maka dengan tidak sabar mulailah aku beraksi menikmati tubuh kakak gue sendiri. Mulai dari menindih, menciumi leher hingga menjilati payudara montoknya. Sementara kontolku terus bergerak menggesekan ke bagian-bagian tubuhnya supaya gue orgasme.

“Ooooh… Kakaaaak…!!” aku mendesah menikmati gesekan kontolku.

Hal yang paling mengagetkan adalah ketika gue terus menggesek dan menghisap payudaranya, Kak Susi mendesis sambil menyebut nama pacarnya. Gue sempat terhenti sesaat, namun tidak lama, karena birahi gue yang terus bergolak.

Hingga pada akhirnya sperma gue muncrat dan berceceran di celana dalam serta perut Kak Susi yang mulus dan rata.

“Udah keluar nih Kak…” kata gue sambil tersenyum senang.

Untuk membersihkan sperma yang tumpah dimana-mana, terpaksa kaos gue yang jadi tumbalnya.

“Gila lu Fan…! Banyak banget…” Kak Susi memperhatikan celana dalamnya yang di lumuri sperma.

Akhirnya dia lalu membuka celana dalam tersebut. Tentu saja kini Kak Susi telanjang bulat di hadapanku. Aku sempat terpaku pada memeknya yang tidak ditumbuhi jembut sama sekali. Pasti karena Kak Susi mencukurnya dengan rutin. Sungguh luar biasa Susi seperti nama kakakku. Tubuh polosnya benar-benar sangat seksi. Jauh lebih menarik daripada cewek-cewek bule pemeran film bokep atau gambar cewek telanjang yang pernah gue lihat.

“Gara-gara lu nih Fan… Bikin repot aja…” gumamnya.

Setelah itu dia membantingkan lagi tubuhnya di kasur dalam posisi telentang. Tangannya meraih tangan gue, kemudian membimbing jari-jari gue untuk meraih memeknya. Tanpa diduga dia memainkan jari tengahku pada bibir memeknya, serta sesekali mengarahkannya ke klitoris. Ketika gerakan jari gue berjalan sendiri tanpa perlu dituntun, Kak Susi melepaskan pegangannya.

Kedua tangan Kak Susi meremas-remas payudaranya sendiri, sementara jari-jari gue terus bekerja pada memeknya.

“Ohhhh… Teruuuus Fan… Te-teruuuus…!! Iyaaa gituuu… Lagiiiii… Enaaaak bangeeeet…!!!” ceracau kakakku.

Benar-benar pemandangan panas yang tidak pernah gue bayangkan sebelumnya. Apalagi ketika Kak Susi memainkan lidahnya seakan memberi petunjuk agar gue menjilati memeknya. Tanpa pikir panjang gue mulai mengganti peran jari tangan ini dengan lidah untuk segera menjilat-jilat organ tubuh paling sensitifnya. Namun sebelum itu, gue sempat kaget ketika jari yang baru saja menari-nari di memek kakak gue sudah berubah bentuknya. Jari gue terlihat seperti melepuh, layaknya sedang kepanasan. Misteri jari yang di masukan ke memek hingga melepuh itu sampai kini masih membuat tanda tanya besar. Bersambung...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ayo Gabung dan Dapatkan Bonus Referral senilai 10% - 20% dan Bonus Cashback 0.3% - 0.5% Hanya di 


WWW.PROMODOMINO.COM

------------------------------------------------------------------

Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Contact Dibawah Ini :

Pin BB : 7AB0D494
YM     : promodomino@yahoo.com
Wechat : promo_domino
Skype  : promodomino
facebook : Promodomino.com

0 comments:

Posting Komentar