PromoDomino
SerbaQQ
HobiCasino
Home » , , , » Main Adegan Panas Sama Kak Susi Yang Cantik | CeritaDewasaKami

Main Adegan Panas Sama Kak Susi Yang Cantik | CeritaDewasaKami

Written By Melisa Chen on Minggu, 03 Juli 2016 | 00.01.00

Main Adegan Panas Sama Kak Susi Yang Cantik




Berikut ini adalah kisah nyata gue waktu masih duduk di kelas 2 SMP. Yaitu pengalaman mesum dengan kakak kandung gue sendiri! Oh iya, perkenalkan nama gue Irfan. Selamat menikmati.


Hari Jumat pukul 10 malam gue sedang asyik membaca buku stensilan di tempat tidur. Ditemani juga dengan majalah porno yang telah beberapa kali gue lihat bolak-balik. Maklumlah saat itu lagi musim-musimnya buku–buku begituan. Sebagai anak normal dalam masa puber, gue sedang penasaran dengan segala hal yang berbau porno. Buku-buku tersebut gue pinjam dari teman sekolah. Biasanya buku itu secara bergantian berputar tiap hari diantara teman-teman.


Lagi asyik-asyiknya membaca, tiba-tiba pintu kamar terbuka. Kemudian muncul kakak kandung gue satu-satunya. Namanya Kak Susi, begitu gue memanggilnya. Usia kami terpaut sekitar 6 tahun. Sekarang dia sedang kuliah di awal semester 3.


Tentu saja gue buru-buru menyembunyikan buku yang gue baca di bawah bantal sambil berharap Kak Susi tidak mengetahui buku apa yang gue baca tadi.

“Fan… Anterin kakak beli nasi goreng yuk…” ajak Kak Susi dengan nada manja.

“Males ah Kak…” jawabku singkat.


Beginilah kebiasaan Kak Susi. Sering banget ngerasa lapar kalau sudah malam. Ujung-ujungnya gue disuruh mengant dia ke depan buat beli nasi goreng, sate, pecel lele atau yang lainnya.

“Ayo dong Fan… Kakak Laper nih…” kata kakak gue yang kali ini dengan wajah memelas.

“Sendirian aja kenapa? Lagi males nih…” ucap gue yang tetap pada pendirian.

“Jangan gitu dong Fan… Beneran laper bangeeet…” lanjut kakak gue terus memaksa.

“Makanya Kak… Jangan biasain makan malem… Badan udah gemuk juga masih makan malem-malem! Lama-lama juga kayak si Atun noh…!” ledek gue.

“Ini bukan gemuk tahu Fan! Ini namanya seksi… Sok tau lu anak kecil…! Hehehe…” kilahnya.


Kakak gue ini memang tidak gemuk, meskipun dia juga tidak dapat dikatakan langsing. Tubuh Kak Susi terbilang montok. Wajar aja sih kalo dia mengatakan dirinya seksi. Karena memang sangat menarik untuk dipandang.

“Ayo dong…” ajak Kak Susi lagi sambil menarik lengan gue.



Karena gue memang lagi males. Gue bertahan aja di kasur. Tapi apa daya tarikan Kak Susi membuat posisi tubuh gue bergerak. Dan apa yang gue takutkan dari tadi ternyata menjadi kenyataan.

“Wah… Buku apaan tuh Fan?” mata Kak Susi tertuju ke buku porno yang tadi gue baca.

Ketika dia hendak mengambilnya gue buru-buru mengamankannya.

“Wah parah lu Fan…! Buku stensilan ya? Coba lihat sini…” pinta kakak gue.

“Apaan sih Kakak nih…!!” gue terus berusaha menyembunyikannya.

“Gue bilangin Mama lu…” ujar Kak Susi mengancam.

“Bilang aja ke Mama…! Emang buku apaan ini? Orang komik kura-kura ninja…” jawab gue bohong.

“Jangan ngibul lu Fan…! Orang jelas-jelas ada gambar cewek telanjangnya gitu kok…!” ucap Kak Susi yakin.

“Kura-kura ninja tahu…” gue masih saja terus berkelit.

“Bener ye kura-kura ninja? Gue bilangin Mama nih… Maaaah…!! Mmmhhh…!!!” teriak Kak Susi yang langsung saja buru-buru gue bekap mulut mungilnya itu.

“Jahat banget sih Kakak…!!” ******* gue.

Kak Susi terlihat berusaha membuka dekapan telapak tangan gue, hingga dia meronta-ronta.

“Awas…! Jangan bilang mama loh…” ancam gue.

Setelah dia menggangguk. Baru gue lepaskan perlahan tangan gue dari mulutnya.

“Janji lu Kak…” ucap gue lagi.

“Iya bawel…! Makanya kalo tadi lu mau nganterin Kakak kan nggak bakalan kejadian kayak begini…” kata kakak gue.

Perkataan kakak gue tadi memang ada benarnya. Maka sebagai upah tutup mulut, saat itu gue pun bersedia mengantarkannya membeli nasi goreng ke depan rumah. Namun dasar sial, setelah beli nasi goreng Kak Susi malah menyantap nasi gorengnya di kamarku. Memang ada untungnya juga, gue jadi bisa ikut menikmati nasi goreng. Tapi kan lebih baik kalo Kak Susi buru-buru pergi. Dan yang bikin kesal lagi, selagi makan Kak Susi terus menginterogasi gue tentang buku itu.

Setelah acara makan selesai Kak Susi malah memaksa ingin melihatnya “Coba dong liat buku yang tadi…”

“Eeeh… Anak cewek nggak boleh liat…!” ujar gue tegas.

“Yeee… Siapa bilang?” tanya kakak gue.

Dengan modal ancaman akan melaporkannya ke orangtua kami, akhirnya dengan terpaksa gue pun memberikannya. Kak Susi sendiri lebih tertarik dengan majalah porno dibandingkan buku stensilan.
Dengan cueknya kami pun membuka buku tersebut bersama-sama di tempat tidur.

“Gila kontolnya nih bule gede banget…!”celetuk Kak Susi.

“Ceweknya juga seksi loh Kak… Liat aja toketnya bagus banget kayak gitu…” aku menimpali.

Kak Susi berlama-lama ketika ada gambar ngentot bareng-bareng. Satu cewek di keroyok lima cowok bule.

******-****** bule itu masing-masing masuk ke memek, dubur dan mulut. Sementara dua ****** lagi di pegang oleh tangan kanan dan kiri cewek tersebut. Entahlah apa yang sedang ada di pikiran kakakku ini. Aku yang juga ikut menikmati gambar tersebut bersama sesekali melirik Kak Susi. Tidak hanya ke arah wajahnya, namun juga bokong, badan dan payudaranya. Bersambung...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ayo Gabung dan Dapatkan Bonus Referral senilai 10% - 20% dan Bonus Cashback 0.3% - 0.5% Hanya di 


WWW.PROMODOMINO.COM

------------------------------------------------------------------

Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Contact Dibawah Ini :

Pin BB : 7AB0D494
YM     : promodomino@yahoo.com
Wechat : promo_domino
Skype  : promodomino
facebook : Promodomino.com

Ceritadewasakami.com - Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Sex, Cerita Birahi, Cerita Mesum, Cerita Bokep, Cerita Panas, Cerita Seks, Cerita Bokep Indo

0 comments:

Posting Komentar